Disebut Kampus Abal-abal, STIE GICI Gandeng Yusril Ihza

Senin, 05 Oktober 2015 - 18:49 WIB
Disebut Kampus Abal-abal,...
Disebut Kampus Abal-abal, STIE GICI Gandeng Yusril Ihza
A A A
JAKARTA - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) GICI tak terima Menristek Dikti memasukkan kampus tersebut ke dalam daftar 243 perguruan tinggi yang dianggap 'abal-abal' dan layak untuk dinonaktifkan.

Membantah hal tersebut, kampus GICI menggandeng pengacara sekaligus Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra untuk melakukan pendampingan hukum.

"Kami mempertanyakan dasar hukum penonaktifan kepada kami. Jika ada prosedur, bagaimana prosedurnya? Kami tidak pernah menyelenggarakan PT abal-abal. Bukan jual beli ijazah juga," tutur Kepala STIE GICI Nurdin Rifai saat jumpa pers di kantor Ihza & Ihza Law Firm 88 Kasablanka Office Tower A Lantai 19 Kota Kasablanka, Casablanca, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2015).

Sebagai kuasa hukum yang ditunjuk STIE GICI, Yusril menganggap tindakan Menristek Dikti yang mengumumkan kampus GICI sebagai kampus abal-abal tidak tepat dan mengada-ada.

Menurut Yusril, dari segi pendirian perizinan dan tata kelola GICI sebagai perguruan tinggi sudah sesuai dengan Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan Tinggi, PP No. 4 tahun 2014 tentang penyelenggaraan pendidikan tinggi dan pengelolaan perguruan tinggi, serta Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti.

Sehingga, Kemenristek Dikti tidak boleh sewenang-sewenang menonaktifkan kampus tersebut. "Kita diberi kuasa. Kita kirim surat ke Dirjen Dikti. Kami kirim surat keberatan," jelas Yusril.

Sebelumnya, Kemenristek Dikti telah mengeluarkan pengumuman/ penyebaran informasi mengenai 'Daftar 243 Perguruan Tinggi yang di Non Aktifkan dan dianggap abal-abal'. Penyebaran informasi tersebut telah dipublikasikan di sejumlah surat kabar baik cetak maupun elektronik.

Dari ratusan perguruan tinggi itu, termasuk Kampus GICI yang dituduh telah melakukan pelanggaran terhadap UU No.12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi No.4 tahun 2014 tentang penyelenggaraan pendidikan tinggi dan pengelolaan perguruan tinggi, keputusan menteri pendidikan nasional nomor 234/U/2000 tentang pedoman pendirian perguruan tinggi, surat edaran Dirjen Dikti 2920/D/T/2007 tentang daya tampung mahasiswa, pelanggaran terhadap standar/pedoman akademik secara sistematik dan masif, serta manipulasi data akademik.

PILIHAN:

Pemerintah Nonaktifkan 243 Kampus Swasta
(hyk)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
Apa Itu Universitas...
Apa Itu Universitas Republik Indonesia yang Dibentuk Prabowo dan Dipimpin Donny Ermawan?
2 jam yang lalu
Tingkatkan Literasi...
Tingkatkan Literasi Digital Sejak Dini, Mahasiswa FIKOM UP Edukasi Siswa MTs Al-Islamiyah Bogor
3 jam yang lalu
Bukan Pelajaran, Ini...
Bukan Pelajaran, Ini Tantangan Terbesar Pangeran George di Sekolah Baru
4 jam yang lalu
KKP Luncurkan Ocean...
KKP Luncurkan Ocean Institute of Indonesia, Enam Menteri Ikut Meresmikan
1 hari yang lalu
9 Kementerian dan Lembaga...
9 Kementerian dan Lembaga yang Buka Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Jadi CPNS
1 hari yang lalu
Kisah Aulia, Anak Tukang...
Kisah Aulia, Anak Tukang Tambal Ban yang Sukses Jadi Lulusan Terbaik IPB University
1 hari yang lalu
Infografis
4 Tokoh Indonesia Lulusan...
4 Tokoh Indonesia Lulusan Oxford University, Kampus Terbaik Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved