Respons Menteri Anies Terkait Isu Jual Beli Soal UN
Kamis, 07 April 2016 - 04:54 WIB
Respons Menteri Anies Terkait Isu Jual Beli Soal UN
A
A
A
DEPOK - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyesalkan masih beredarnya isu jual beli soal Ujian Nasional (UN).
Menteri Anies memastikan terjadinya jual beli soal UN bukan disebabkan oleh sistem yang buruk, tetapi ulah pihak yang tak bertanggung jawab.
“Jual beli soal dan lainnya itu aktivitas yang bukan terkait dengan ujian. Lalu ada juga orang
yang jual tiket palsu itu bukan salah sistemnya. Sistemnya baik,” kata Anies di SDIT Al Muhajirin, Depok, Rabu 6 April 2016.
Karena itu Anies meminta, agar seluruh peserta UN percaya diri. Pihaknya sudah menguji kunci jawaban yang beredar di kalangan guru dan siswa. Hasilnya kebenaran jawaban bocoran soal UN tidak valid.
“Percaya dirilah jangan percaya jawaban dibuat orang lain. Ketika diuji soal yang diperjualbelikan, maka ternyata jawaban yang benar diedarkan itu hanya 20 persen. Jadi jangan pernah percaya jawaban yang ditawarkan diperjualbelikan,” ucapnya.
Anies mengungkapkan, jual beli soal hanya bermotif ekonomi. Dia juga mengultimatum bimbingan belajar (bimbel) untuk tidak ikut-ikutan.
“Bimbel jangan ikut-ikutan membuat ujian menjadi keruh. Jika ikut-ikutan maka jawaban bocoran yang beredar itu mengotori proses dan mengkhianati guru serta ratusan ribu siswa,” tegas Anies.
Menteri Anies memastikan terjadinya jual beli soal UN bukan disebabkan oleh sistem yang buruk, tetapi ulah pihak yang tak bertanggung jawab.
“Jual beli soal dan lainnya itu aktivitas yang bukan terkait dengan ujian. Lalu ada juga orang
yang jual tiket palsu itu bukan salah sistemnya. Sistemnya baik,” kata Anies di SDIT Al Muhajirin, Depok, Rabu 6 April 2016.
Karena itu Anies meminta, agar seluruh peserta UN percaya diri. Pihaknya sudah menguji kunci jawaban yang beredar di kalangan guru dan siswa. Hasilnya kebenaran jawaban bocoran soal UN tidak valid.
“Percaya dirilah jangan percaya jawaban dibuat orang lain. Ketika diuji soal yang diperjualbelikan, maka ternyata jawaban yang benar diedarkan itu hanya 20 persen. Jadi jangan pernah percaya jawaban yang ditawarkan diperjualbelikan,” ucapnya.
Anies mengungkapkan, jual beli soal hanya bermotif ekonomi. Dia juga mengultimatum bimbingan belajar (bimbel) untuk tidak ikut-ikutan.
“Bimbel jangan ikut-ikutan membuat ujian menjadi keruh. Jika ikut-ikutan maka jawaban bocoran yang beredar itu mengotori proses dan mengkhianati guru serta ratusan ribu siswa,” tegas Anies.
(maf)