Ceu Popong Nilai Moratorium UN Sebetulnya Terlambat

Kamis, 01 Desember 2016 - 20:33 WIB
Ceu Popong Nilai Moratorium...
Ceu Popong Nilai Moratorium UN Sebetulnya Terlambat
A A A
JAKARTA - Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menghentikan sementara (Moratorium) pelaksanaan ujian nasional (UN)‎ dinilai sangat terlambat. Pasalnya, Mahkamah Agung (MA) dalam putusannya pada 14 September 2009‎ silam melarang pemerintah melaksanakan UN.

Maka itu, ‎menurut Anggota Komisi X DPR Popong Otje Djunjunan, seharusnya pemerintah menghapus UN semenjak putusan MA itu diketok. "Bahwa moratorium ini sebetulnya terlambat," katanya dalam rapat kerja Komisi X DPR bersama Mendikbud Muhadjir Effendy di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Namun, wanita yang akrab disapa Ceu Popong ini tidak mempermasalahkan keterlambatan rencana moratorium UN tersebut. "Biar lambat, asal selamat," kata politikus Partai Golkar ini.

Oleh karena itu, dirinya mendukung rencana moratorium UN itu. "‎Walaupun di sini ada sinis ganti menteri ganti kebijakan, tapi jujur saja saya acungkan dua jempol. Kalau ada sepuluh jempol, sepuluh jempol‎," ucapnya.

Karena, menurut dia, rencana moratorium UN itu menunjukkan bahwa Mendikbud Muhadjir Effendy mengerti ruh pendidikan. Selain itu, dia menilai rencana moratorium UN itu juga menunjukkan bahwa Mendikbud Muhadjir ingin mengembalikan undang-undang.

‎"Pasal 58 dan 59 sudah jelas bahwa penilaian adalah hak guru, bukan hak pemerintah, itu ada di dalam undang-undang," ungkapnya.

Maka itu, dirinya berpendapat‎ selama ini pemerintah melanggar Undang-undang dengan melaksanakan UN. "Karena Golkar ini sudah mendukung pemerintah, kucing juga tau sudah mendukung pemerintah, yang memerintah juragan Jokowi, s‎ebagai pendukung pemerintah sekarang enggak ada jalan lain bagi Golkar," katanya.

Kendati demikian, dukungan Partai Golkar atas rencana moratorium UN ini bukan tanpa catatan. Selama rencana moratorium UN itu telah melalui penelitian yang mendalam, Ceu Popong mendukungnya. Kemudian, asalkan Rp500 miliar yang dianggarkan pemerintah tiap tahunnya untuk pelaksanaan UN dialihkan tepat sasaran.
(kri)
Berita Terkait
UN Ditiadakan, PPDB...
UN Ditiadakan, PPDB Jateng Tahun Ini Gunakan Nilai Rapor
Pemerintah Pertimbangkan...
Pemerintah Pertimbangkan Diadakannya Kembali Ujian Nasional
Menggagas Pengganti...
Menggagas Pengganti Terbaik UN
UN Kembali Ditiadakan,...
UN Kembali Ditiadakan, Penilaian Kelulusan Siswa Kewenangan Sekolah
Kabar UN Mau Diberlakukan...
Kabar UN Mau Diberlakukan Lagi Tahun Depan, Mendikdasmen Bilang Begini
Inilah 5 Negara Tanpa...
Inilah 5 Negara Tanpa Ujian Nasional
Berita Terkini
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng IDBW 2026, Bekali Mahasiswa Hadapi Peluang Karier dan Finansial di Era Web3
10 jam yang lalu
Apa Itu Universitas...
Apa Itu Universitas Republik Indonesia yang Dibentuk Prabowo dan Dipimpin Donny Ermawan?
12 jam yang lalu
Tingkatkan Literasi...
Tingkatkan Literasi Digital Sejak Dini, Mahasiswa FIKOM UP Edukasi Siswa MTs Al-Islamiyah Bogor
13 jam yang lalu
Bukan Pelajaran, Ini...
Bukan Pelajaran, Ini Tantangan Terbesar Pangeran George di Sekolah Baru
15 jam yang lalu
KKP Luncurkan Ocean...
KKP Luncurkan Ocean Institute of Indonesia, Enam Menteri Ikut Meresmikan
1 hari yang lalu
9 Kementerian dan Lembaga...
9 Kementerian dan Lembaga yang Buka Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Jadi CPNS
1 hari yang lalu
Infografis
Daftar Nilai Rerata...
Daftar Nilai Rerata TKA 2025 Tiap Provinsi, Yogyakarta Tertinggi untuk Skor Matematika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved