Rapat dengan DPR, Mendikbud Diprotes Soal Sekolah Delapan Jam Sehari

Selasa, 13 Juni 2017 - 16:02 WIB
Rapat dengan DPR, Mendikbud...
Rapat dengan DPR, Mendikbud Diprotes Soal Sekolah Delapan Jam Sehari
A A A
JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menerima banyak kritik dalam rapat dengan Komisi X DPR, hari ini.

Kritik ditujukan ke Mendikbud terkait kebijakannya yang akan menerapkan sekolah delapan jam sehari dari Senin hingga Jumat pada tahun ajaran baru, Juli mendatang.

Anggota Komisi X DPR Anita Jacoba Gah menilai gagasan tersebut tidak bisa diterapkan, khususnya sekolah-sekolah di daerah.

Selama ini, kata dia, siswa di daerah terpencil harus menyusuri jalan berkilo-kilometer untuk sampai ke kesekolah, bahkan mungkin tidak sempat untuk sarapan di rumah.

"Saya tidak bisa bayangkan susahnya mereka. Belum lagi mereka (harus) makan siang, " kata Anita kepada Mendikbud Muhadjir Effendy dalam rapat Komisi X DPR bersama Kemendikbud ‎di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Dia mencontohkan aktivitas siswa di daerah terpencil seperti di Sumba Timur, Sumba Barat Daya, dan Flores. "Kalau (belajar) sampai delapan jam, mereka sampai rumah jam berapa? Mereka harus lewat bukit, baru sampai rumah," kata legislator asal NTT itu.

Untuk itu dia meminta agar gagasan itu tidak diterapkan sementara. "Kalau bisa kembalikan saja seperti yang biasa. Tolong perhatikan ke daerah terpencil," ujar politikus Demokrat itu.

Sementara itu Anggota Komisi X DPR lainnya, Arzeti Bilbina‎ mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat di daerah pemilihannya, yakni Surabaya, Sidoarjo, dan Jawa Timur mengenai gagasan Kemendikbud itu. ‎

"Kalau bicara SD, SMA Surabaya, seluruh orangtua keberatan," ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. (Baca juga: Sabtu Libur, Waktu Belajar Siswa Jadi Delapan Jam Sehari )

Terlebih, gagasan Kemendikbud itu dianggap bisa mengancam eksistensi pondok pesantren, Madrasah Diniyah, maupun Taman Pendidikan Alquran yang selama ini membantu membangun akhlak anak sejak dini. ‎Walaupun, kata dia, siswa dan guru mempunyai banyak waktu bersama keluarga pada hari Sabtu dan Minggu.

"Tapi bisa dikaji ulang saat sekarang untuk di Indonesia kurang tepat. Karena orang tua yang ada di Indonesia tidak full bekerja di luar. Mereka punya anak-anak yang ingin bertemu setiap harinya," katanya.‎
(dam)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Iskandar Zulkarnain...
Iskandar Zulkarnain Tawarkan Model Hukum Baru Hubungan Kerja Dokter-Rumah Sakit yang Adaptif
13 jam yang lalu
Digelar 5 Hari, Ini...
Digelar 5 Hari, Ini Rangkaian Kegiatan MPLS 2026 untuk Murid TK
18 jam yang lalu
18 Sekolah Ikut Kejuaraan...
18 Sekolah Ikut Kejuaraan Fun Atletik ABK 2026, Dorong Olahraga Inklusif di Indonesia
19 jam yang lalu
Jalur Mandiri Ujian...
Jalur Mandiri Ujian Tulis UNJ 2026 Masih Buka Pendaftaran, Simak Persyaratannya
20 jam yang lalu
4 Pelajar Indonesia...
4 Pelajar Indonesia Siap Berlaga di Olimpiade Kimia Internasional IChO 2026
1 hari yang lalu
Unesa Buka Jalur TMUBK...
Unesa Buka Jalur TMUBK Gelombang 2 2026, Cek Persyaratannya
1 hari yang lalu
Infografis
4 Negara Arab Sangat...
4 Negara Arab Sangat Marah dengan Serangan Bom Israel di Sekolah Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved