Presiden Jokowi Berharap Kampus Berinovasi dalam Memberikan Pendidikan
Sabtu, 22 Juli 2017 - 21:41 WIB
Presiden Jokowi Berharap Kampus Berinovasi dalam Memberikan Pendidikan
A
A
A
YOGYAKARTA - Presiden Joko Widodo memberikan kuliah umum kepada puluhan mahasiswa dan warga Muhammadiyah di Universitas Ahmad Dahlan. Dalam pemaparannya, Presiden menekankan agar perguruan tinggi bisa melakukan inovasi dalam memberi pendidikan dan pengajaran.
"Jangan sampai kita linier, tidak berani melakukan terobosan-terobosan. Jangan sampai kita bekerja monoton dan tidak menyadari bahwa perubahan itu sudah ada. Harus berani melakukan perubahan," jelas Jokowi.
Menurut Presiden, diperlukan inovasi, kreativitas dan jiwa kewirausahaan agar masyarakat Indonesia mampu memenangi kompetisi baik di tingkat nasional maupun global.
Kepala Negara juga mengusulkan agar metode pembelajaran di luar ruang kuliah dapat dimaknai dan masuk kepada kurikulum.
Selain itu, Presiden juga meminta akademisi dapat memupuk karakter bangsa Indonesia yang mengedepankan kerukunan dan musyawarah.
"Tentu saja karakter bangsa kita yang memegang teguh nilai-nilai agama dan budaya itu juga harus diisikan, kalau tidak nanti anak-anak kita akan kebarat-baratan karena belajarnya dari smartphone dan media sosial," jelasnya.
"Jangan sampai kita linier, tidak berani melakukan terobosan-terobosan. Jangan sampai kita bekerja monoton dan tidak menyadari bahwa perubahan itu sudah ada. Harus berani melakukan perubahan," jelas Jokowi.
Menurut Presiden, diperlukan inovasi, kreativitas dan jiwa kewirausahaan agar masyarakat Indonesia mampu memenangi kompetisi baik di tingkat nasional maupun global.
Kepala Negara juga mengusulkan agar metode pembelajaran di luar ruang kuliah dapat dimaknai dan masuk kepada kurikulum.
Selain itu, Presiden juga meminta akademisi dapat memupuk karakter bangsa Indonesia yang mengedepankan kerukunan dan musyawarah.
"Tentu saja karakter bangsa kita yang memegang teguh nilai-nilai agama dan budaya itu juga harus diisikan, kalau tidak nanti anak-anak kita akan kebarat-baratan karena belajarnya dari smartphone dan media sosial," jelasnya.
(pur)