Payung Hukum Kuliah Online Diterbitkan April

Rabu, 14 Maret 2018 - 12:58 WIB
Payung Hukum Kuliah...
Payung Hukum Kuliah Online Diterbitkan April
A A A
MALANG - Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) akan menerbitkan payung hukum kuliah online atau dalam jaringan (daring) April mendatang.

Menristekdikti Mohammad Nasir mengungkapkan percepatan kuliah online ini sangat dibutuhkan agar peningkatan daya saing bangsa dapat terwujud. Dia berharap masingmasing perguruan tinggi baik negeri maupun swasta tidak terbelenggu regulasi.

Selain sebagai percepatan peningkatan daya saing, sistem pendidikan tinggi secara online ini juga untuk mengatasi persoalan kekurangan tenaga dosen. Saat ini satu dosen eksakta hanya bisa mengajar 20 mahasiswa dan dosen sosial hanya mengajar 30 mahasiswa.

“Harapannya dengan sistem pendidikan tinggi online ini, satu professor bisa mengajar 1.000orang,” ujar Nasir saat memberikan kuliah umum di Politeknik Negeri Malang (Polinema) kemarin. Menurut dia, sistem kuliah online ini bisa melibatkan perguruan tinggi luar negeri.

Hal ini sudah diatur UU Nomor 12/-2012. Tentu keberadaan perguruan tinggi luar negeri harus memenuhi syarat mutlak. Misalnya mengajarkan mata kuliah dasar umum berupa Pancasila, UUD 1945, Agama, dan Kewiraan.”Sifatnya harus nirlaba serta bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam negeri,” tegas Nasir.

Kemenristekdikti mencatat, di Indonesia terdapat 4.529 perguruan tinggi negeri dan swasta dengan jumlah program studi mencapai 24.892. Sayangnya, kualitasnya masih belum mampu bersaing di dunia internasional.

“Kita baru memiliki tiga perguruan tinggi yang masuk jajaran perguruan tinggi berkualitas di mata internasional. Itu pun ranking-nya berada di atas 200. Kita masih kalah dengan China yang sudah memiliki puluhan perguruan tinggi yang masuk ranking dunia.

Bahkan, beberapa di antaranya sudah masuk ranking 100 besar,” tegas Nasir. Dia menjelaskan, kualitas perguruan tinggi harus terus didorong untuk bisa bersaing di dunia internasional. Selain itu, tingkat penduduk usia 18-23 tahun di Indonesia, yang menempuh pendidikan tinggi baru mencapai 31,5%.

Masih kalah jauh dari Malaysia yang sudah mencapai 37,2%, Thailand 51,2%, Singapura 82,7%, dan Korea Selatan 98,4%. “Kondisi ini membutuhkan solusi cepat untuk meningkatkannya agar bangsa kita memiliki daya saing kuat,” tandasnya.

Sebelumnya Nasir mengatakan, pemerintah menargetkan 400 perguruan tinggi baik negeri atau swasta yang menerapkan sistem kuliah daring. Seleksi perguruan tingginya akan dilakukan berdasarkan kesiapan infrastrukturnya.

Dia menganggap penting ada kuliah online sebab dengan teknologi, satu dosen bisa mengajar 1.000 mahasiswa sehingga angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi yang saat ini baru 35% bisa naik. “Saya ingin kembangkan lebih banyak perguruan tinggi yang besar-besar bisa lakukan kuliah daring.

Target kami di 2018 ini akan dampingi 400 perguruan tinggi untuk kuliah daring,” katanya di Jakarta beberapa waktu lalu. Mantan rektor Universitas Diponegoro ini menyampaikan, dasar hukum peningkatan kuliah daring ini akan disiapkan regulasinya.

Nanti menristekdikti akan mengesahkan bahwa kuliah yang saat ini tatap muka boleh menjadi kuliah daring dengan persentase 50%. Dia mengungkapkan, ini adalah regulasi baru yang sebelumnya tidak pernah ada.

Direktur Polinema Awan Setyawan menyebutkan, tantangan persaingan global sangat ketat sehingga dibutuhkan banyak pembenahan agar para lulusan Polinema bisa bersaing di dunia kerja. “Upaya peningkatan kualitas ini, kami lakukan dengan berbagai langkah. Salah satunya pembenahan fasilitas dan sarana pendidikan,” tuturnya. (Yuswantoro)
(nfl)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
42 menit yang lalu
Lowongan Sekolah Rakyat...
Lowongan Sekolah Rakyat 2026 untuk 5.127 PPPK Tendik, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya
1 jam yang lalu
Tiga Lulusan Kedokteran...
Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya
2 jam yang lalu
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
3 jam yang lalu
Rekrutmen 3.053 Guru...
Rekrutmen 3.053 Guru PPPK Sekolah Rakyat Dibuka 8 Juni 2026, Lengkapi Persyaratan Ini
5 jam yang lalu
OSN 2026 Diikuti 941.692...
OSN 2026 Diikuti 941.692 Peserta, Kemendikdasmen Tegaskan Integritas dan Transparansi
19 jam yang lalu
Infografis
TNI Jaga Kejaksaan,...
TNI Jaga Kejaksaan, Ada Perseteruan Penegak Hukum?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved