Perbankan Diminta Kucurkan Kredit ke Perguruan Tinggi

Jum'at, 16 Maret 2018 - 08:58 WIB
Perbankan Diminta Kucurkan...
Perbankan Diminta Kucurkan Kredit ke Perguruan Tinggi
A A A
JAKARTA - Pemerintah mempersiapkan adanya program kredit bagi perguruan tinggi (PT). Program ini dinilai dapat membantu meningkatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Rapat Terbatas (Ratas) tentang Peningkatan Sumber Daya Manusia Indonesia di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin, menantang perbankan Indonesia untuk mengeluarkan produk kredit di bidang pendidikan tinggi. Kucuran kredit ini diberikan dalam rangka investasi di bidang pendidikan Indonesia.

“Supaya masyarakat bisa, semuanya bisa mengakses pada pendidikan lewat tadi kredit pendidikan,” katanya. Jokowi mengungkapkan, sistem kredit pendidikan ini dapat dilihat dari apa yang telah dilakukan oleh Amerika Serikat, di mana nilai pinjaman kredit pendidikan telah melampaui nilai pinjaman kartu kredit.

Total pinjaman untuk kartu kredit di sana mencapai USD800 miliar, sedangkan untuk kredit pendidikan nilainya mencapai USD1,3 triliun. “Ini saya kira sebuah contoh yang mungkin harus kita dorong agar yang namanya kredit pendidikan atau student loan ini betul-betul bisa kita kerjakan di sini,” ungkapnya.

Pada kesempatan berbeda, Jokowi telah meminta kepada pimpinan perbankan untuk mempelajari hal ini. Dia mengatakan perbankan perlu melihat potensi produk kredit ini. Menurutnya, jika Indonesia bisa melakukan program ini maka kredit ini akan berpindah dari hal-hal yang konsumtif ke produktif.

“Dan, nantinya memberikan nilai tambah kepada intelektualitas, visi kita ke depan yang sangat prinsip yaitu bidang pendidikan,” tuturnya. Mantan gubernur DKI Jakarta ini mengatakan perlu dipikirkan bagaimana program ini dapat direalisasikan.

“Mungkin dari pendidikan ini bisa menjadi produk finan sial baru bagi kita. Bisa menjadi tawaran produk baru untuk perbankan dan asuransi. Jadi tolong potensi-potensi inovasi menjadi perhatian serius. Karena kalau tidak berinovasi, nantinya orang akan ambil. Itu pasti,” paparnya.

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin Nasution belum mau memaparkan secara rinci terkait realisasi program ini.

Dia mengatakan pihaknya akan mencari rumusan yang tepat sebagaimana perintah presiden. “Saya lebih baik ngomong dulu. Saya rapat dulu dengan Menristek-Dikti. Kita akan selesaikan cepat jangan takut,” ungkapnya.

Dia mengatakan program kredit ini sebenarnya sudah ada pada 1980-an, tetapi gagal dan tidak dilanjutkan karena banyak kredit macet. Pihaknya akan mencari formula agar hal serupa tidak terulang kembali. “Ya, dulu itu sudah ada. Kenapa gagal karena tak bayar dan ijazahnya pun tak diambil oleh mereka. Itu yang harus kita cari. Presiden minta cari rumusan bagaimana agar kelemahan dulu tidak terulang,” tuturnya.

Menurutnya, satu hal yang harus dikaji adalah bagaimana membuat perbankan merasa aman dalam memberikan kredit pendidikan sehingga perbankan tidak perlu takut dengan adanya kredit macet. “Ini kita cari. Untuk bunganya tetap ada, tapi jangan mahal-mahal,” ungkapnya.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) Mohamad Nasir mengatakan, pemerintah akan membicarakan terlebih dahulu dengan bank-bank.

Menurutnya, hal ini bagi agar tidak ada mahasiswa yang mengalami kesulitan untuk menyelesaikan pendidikannya. “(Kajiannya) ini mau diserahkan ke Menko Perekonomian. Saya pada prinsipnya memang senang sekali kalau ada student loan.

Banyak mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir, itu untuk mempercepat kelulusan terhambat tidak punya uang. Uang praktik, untuk riset. Nah kalau ada dana jangka pendek itu untuk me nyelesaikan, ya lebih baik,” ungkapnya.

Meski begitu, Nasir mengatakan bahwa dalam pemberian kredit ini bisa diusulkan perguruan tinggi negeri yang memberikan sertifikasi.

Hal ini mengingat uji sertifikasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selain itu, perlu dipikirkan kredit ini akan dibebankan kepada siapa. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, pihaknya akan segera melakukan kajian terkait skema pemberian kredit pendidikan.

Dia mengatakan akan menuntaskan kajian tersebut tahun ini. “Secepatnya kajian, ya tahun ini,” katanya. Dia mengatakan kredit untuk pendidikan sudah ditawarkan oleh banyak bank, meski tidak secara khusus untuk mahasiswa.

Dia mengatakan bahwa pinjaman tersebut dalam bentuk kredit tanpa agunan. “Cuma itu umum bisa dipakai apa-apa. Nanti mungkin bisa kita buat skema kredit khusus,” ungkapnya. (Dita Angga)
(nfl)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
Dua Dekade Fakultas...
Dua Dekade Fakultas Psikologi Universitas Pancasila Menenun Inklusi dan Jiwa Olahraga
17 jam yang lalu
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
18 jam yang lalu
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
1 hari yang lalu
Kemendikdasmen Dukung...
Kemendikdasmen Dukung SE KPK untuk Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB 2026
1 hari yang lalu
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
1 hari yang lalu
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
1 hari yang lalu
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved