Halal Science Jadi Peluang Penelitian Baru

Minggu, 06 Mei 2018 - 08:32 WIB
Halal Science Jadi Peluang...
Halal Science Jadi Peluang Penelitian Baru
A A A
BANDUNG - Meski Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar namun industri halal belum berkembang. Akademisi pun didorong untuk melakukan penelitian di bidang halal.

Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti (SDID) Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti mengatakan, Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Sayangnya, pengaruhnya terhadap produk halal di dunia malah kurang terdengar.

Ali mengungkapkan, malah negara non muslim yang telah menangkap peluang industri halal tersebut. Misalnya saja Thailand, kata dia, penduduk muslim di sana hanya 4,6 juta namun sudah membuat pusat ilmu halal. Menariknya, ujar dia, seorang Indonesia keturunan Yogyakarta turut membantu pembangunan pusat sains tersebut.

"Halal science adalah peluang bisnis baru. Dengan iptek kita bisa mengembangkan suatu produk melalui proses mutu halalan thayiban dan juga aman (dikonsumsi)," katanya pada seminar Halal Science: Perkembangan Global dan Potensi Indonesia di gedung Kopertis Bandung.

Peraih Honoris Causa dari Coventry University ini mendorong para akademisi untuk membuat penelitian tentang halal yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan negara lain. Misalkan saja Arab Saudi saat ini belum memiliki vaksin halal. Ini menjadi peluang bagus, ujarnya, agar Indonesia yang besar dengan jumlah penduduk muslim namun produk halalnya belum bisa mendunia.

Ali sangat berharap dari seminar ini tidak hanya bisa meyebarkan pengetahuan baru tentang halal science. Namun juga bisa menghasilkan inovasi baru untuk mendeteksi kehalalan suatu produk. Misalkan saja, ada stik yang praktis bisa langsung mendeteksi kehalalan hanya dengan dicelupkan ke dalam makanan atau minuman.

Ali menerangkan, negara non muslim lain yang juga gencar belajar tentang halal science ialah Korea Selatan. Kata dia, Korsel telah dan terus mempelajari apa yang disukai oleh umat muslim di seluruh dunia. Contohnya saja negeri ginseng itu saat ini memproduksi kalung dan kesehatan dari giok hitam yang tidak hanya untuk kesehatan.

Namun mereka merangkai batu tersebut sebanyak 99 butir agar bisa menjadi tasbih. "Mereka tahu apa yang maunya umat muslim. Dan mereka menjual produk yang ramai dibeli umat muslim," katanya.
(wib)
wa-channel
Follow
Berita Terkait
25 Peneliti Ikut Pelatihan...
25 Peneliti Ikut Pelatihan dan Sertifikasi Peneliti Kuantitatif Internasional
Sertifikasi Halal untuk...
Sertifikasi Halal untuk Tebarkan Kebaikan Tingkatkan Kesejahteraan dan Tegakkan Kedaulatan
Gandeng Halalin, Haus!...
Gandeng Halalin, Haus! Kantongi Sertifikasi Halal untuk Berikan Rasa Aman dan Percaya Konsumen
Produk Halal Indonesia...
Produk Halal Indonesia Makin Dikenal dan Diminati Dunia
Penerbitan Sertifikasi...
Penerbitan Sertifikasi Halal Ribet, Banyak UMKM Bikin Logo Sendiri
Resmikan UI Halal Center,...
Resmikan UI Halal Center, Wapres: Semoga Jadi Pusat Riset Halal Berstandar Internasional
Berita Terkini
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
1 jam yang lalu
Lowongan Sekolah Rakyat...
Lowongan Sekolah Rakyat 2026 untuk 5.127 PPPK Tendik, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya
2 jam yang lalu
Tiga Lulusan Kedokteran...
Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya
3 jam yang lalu
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
4 jam yang lalu
Rekrutmen 3.053 Guru...
Rekrutmen 3.053 Guru PPPK Sekolah Rakyat Dibuka 8 Juni 2026, Lengkapi Persyaratan Ini
6 jam yang lalu
OSN 2026 Diikuti 941.692...
OSN 2026 Diikuti 941.692 Peserta, Kemendikdasmen Tegaskan Integritas dan Transparansi
19 jam yang lalu
Terpopuler
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved