Wisuda Ke-61, UPGRIS Terapkan Sistem Penomoran Ijazah Nasional

Selasa, 08 Mei 2018 - 07:19 WIB
Wisuda Ke-61, UPGRIS...
Wisuda Ke-61, UPGRIS Terapkan Sistem Penomoran Ijazah Nasional
A A A
SEMARANG - Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) telah menerapkan pemberlakuan sistem Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan Sistem Informasi Verifikasi Ijazah Elektronik (SIVIL) bagi lulusannya. Penerapan PIN tersebut diberlakukan pada Wisuda ke-61 UPGRIS tahun ini.

Hal tersebut mengacu pada imbauan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) yang meminta perguruan tinggi menerapkan PIN paling lambat Mei 2018.

Rektor UPGRIS, Dr Muhdi menyatakan, dengan sistem PIN maka seluruh ijazah yang dikeluarkan oleh UPGRIS sudah memiliki nomor seri yang dikeluarkan oleh Kemenristekdikti.

"Dengan memenuhi ketentuan tersebut, lulusan kami dapat telah memenuhi kredibilitas baik karena sudah diverifikasi konsistensinya dengan riwayat proses pendidikan di perguruan tinggi dan pemenuhan atas standar nasional pendidikan tinggi," terang Muhdi di sela-sela acara wisuda ke-61 di Gedung Balairung UPGRIS, Semarang, Senin (7/5/2018).

Menurutnya, pemberlakuan sistem PIN akan memudahkan penelusuran ijazah, serta mempersempit ruang gerak pemalsuan ijazah. Selain itu, lulusan tidak perlu melakukan legalisasi lagi karena nomor ijazah sudah terdaftar secara online di Kemenristekdikti.

"Oleh Kemenristekdikti, PIN ini untuk memudahkan pendataan dan analisis statistik lulusan perguruan tinggi di Tanah Air," ungkapnya.

Sementara di hadapan ratusan wisudawan, Muhdi mengatakan bahwa dalam menghadapi era disrupsi seperti saat ini tantangan dunia kerja akan terus berkembang. Untuk itu, para lulusan selain harus terus mengembangkan hard skills atau keahlian teknis hendaknya juga harus didukung oleh soft skills.

"Soft skill ini adalah kemampuan interaksi sosial terutama soal integritas atau karakter, kemampuan komunikasi dan kerja sama dalam sebuah tim," papar Muhdi.

Dia menambahkan, para lulusan juga sudah dibekali dengan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang akan sangat berguna di pasar kerja. "Karena sekarang ditanyakan oleh pemberi kerja adalah, apa keterampilan yang dimiliki selain prestasi akademik," ujarnya.

Dalam mengembangkan kemampuan keterampilan mahasiswa, UPGRIS membuka Lembaga Sertifikasi Profesi 1 (LSP 1) dengan 11 skema. Skema tersebut antara lain instruktur junior, perancangan pembelajaran inovatif, junior administrasive assistant, bahasa lnggris untuk house keeper, kepenyiaran, junior web programer, pengawasan kinerja tenaga kerja, kultur jaringan, pelaksana budidaya anggrek hingga penentuan jenis produk usaha.
(rhs)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
KGSB dan Prodi Ilmu...
KGSB dan Prodi Ilmu Komunikasi UAI Perkuat Kapasitas Guru Lewat Public Relations Workshop
42 menit yang lalu
Kalahkan Berbagai Negara,...
Kalahkan Berbagai Negara, ITS Raih Juara RoboCup 2026 di Korsel
1 jam yang lalu
Ketua Dewan Pembina...
Ketua Dewan Pembina Pelita dan Rektor MNC University Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan Vokasi Nasional
2 jam yang lalu
SKK Migas Buka Rekrutmen...
SKK Migas Buka Rekrutmen untuk Lulusan S1, Fresh Graduate Bisa Daftar
2 jam yang lalu
Perjuangan Andini, Anak...
Perjuangan Andini, Anak Tukang Bengkel yang Diterima di FEB UGM dan Beasiswa Penuh
22 jam yang lalu
Beasiswa TELADAN Cohort...
Beasiswa TELADAN Cohort 2027 Dibuka, Simak Syarat Pendaftarannya
23 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved