Kemendikbud Tuntaskan Sistem Zonasi Guru

Selasa, 04 Desember 2018 - 13:28 WIB
Kemendikbud Tuntaskan...
Kemendikbud Tuntaskan Sistem Zonasi Guru
A A A
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menuntaskan sistem zonasi sebagai rujukan untuk memeratakan guru di Indonesia.

Selain zonasi untuk siswa, pemerintah juga akan menerapkan zonasi untuk guru yang berstatus PNS. Sekretaris Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Muhammad Qudrat Wisnu Aji mengungkapkan, cita-cita Kemendikbud dalam memperingati Hari Guru Nasional, yakni merealisasikan sistem zonasi bagi guru.

Program itu supaya guru di seluruh Indonesia merata dan tentunya berdampak pada output pendidikan. “Kebijakan itu adalah puncak dari kebijakan pe merataan sistem pendidikan di Tanah Air,” ungkap Wisnu Aji di Jakarta kemarin.

Program tersebut akan diawali dengan beberapa langkah strategis. Semuanya memerlukan kerja sama dengan semua pihak, termasuk pemerintah daerah (pemda). Sebelumnya, pada puncak peringatan Hari Guru Nasional Ke-73, sekitar 35.000 guru dan tenaga pendidik hadir di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/12).

Peringatan itu juga dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mendikbud Muhadjir Effendy bersama Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi melakukan penyerahan penghargaan Dwija Praja Nugraha kepada 16 gubernur, bupati, dan wali kota.

Tidak ketinggalan juga Anugerah Guru Berdedikasi. Anugerah diserahkan oleh Jokowi. Penyerahan itu un tuk pemenang pertama tingkat Nasional Festival Guru Menulis dan Kreativitas Pembelajaran Tahun 2018 dan Penghargaan kepada Guru Kreatif dan Produktif Dalam Menulis, dan Penerima Satyalancana Pendidikan 2018.

Jokowi menegaskan guru adalah profesi yang mulia. Profesi ini, kata dia, tidak bisa digantikan mesin yang paling canggih sekalipun. Gurulah yang membentuk karakter, budi pekerti, toleransi, dan nilai-nilai kebaikan anak.

Guru pula yang menumbuhkan empati sosial, membangun imajinasi dan kreativitas, serta mengokohkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. “Guru ya tetap guru. Guru tidak bisa digantikan oleh mesin secanggih apa pun, secanggih apa pun tidak bisa,” katanya.

Presiden mengakui dunia saat ini berubah sangat cepat. Digitalisasi pendidikan telah membawa perubahan besar di dunia pendidikan. Ruang kelas bukan satu-satunya tempat belajar. (Neneng Zubaidah)
(nfl)
Berita Terkait
Organisasi Penggerak...
Organisasi Penggerak Gunakan Skema Pembiayaan Mandiri dan Dana Pendamping
Mendikbud Rapat Kerja...
Mendikbud Rapat Kerja dengan Komisi X DPR
2021, Rekrutmen Guru...
2021, Rekrutmen Guru Penggerak akan Mencapai 8 Ribu orang
Banyak Peminat, Masa...
Banyak Peminat, Masa Pendaftaran Guru Penggerak Diperpanjang
Kemendikbud Buka Seleksi...
Kemendikbud Buka Seleksi Calon Peserta Guru Penggerak Angkatan 3, Cek Link
Tak Diusulkan, 20 Guru...
Tak Diusulkan, 20 Guru di Batanghari Tak Terima Tunjangan 2019
Berita Terkini
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
4 jam yang lalu
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
5 jam yang lalu
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
6 jam yang lalu
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
7 jam yang lalu
Lowongan Sekolah Rakyat...
Lowongan Sekolah Rakyat 2026 untuk 5.127 PPPK Tendik, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya
8 jam yang lalu
Tiga Lulusan Kedokteran...
Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya
10 jam yang lalu
Infografis
Berapa Gaji Guru PPPK...
Berapa Gaji Guru PPPK dan PNS 2025? Ini Rinciannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved