ITB Tawarkan aplikasi Canggih Prediksi Badai Pasir ke Arab Saudi

Rabu, 09 Januari 2019 - 11:56 WIB
ITB Tawarkan aplikasi...
ITB Tawarkan aplikasi Canggih Prediksi Badai Pasir ke Arab Saudi
A A A
RIYADH - Institut Teknologi Bandung (ITB) menawarkan aplikasi canggih untuk memprediksi potensi badai pasir kepada masyarakat dan pemerintah Arab Saudi.

ITB merupakah satu di antara delegasi Indonesia dalam Festival Janadriyah Ke-33 di Riyadh, Arab Saudi. Ketua Tim Peneliti ITB Armi Susandi yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, aplikasi canggih berupa sistem informasi online dengan nama Hidrometeorological Hazard Early Warning System (H-HEWS) ini memberikan informasi prediksi secara tepat potensi kejadian badai pasir, gelombang panas, hujan lebat, dan angin kencang khusus di wilayah Arab Saudi.

“Kejadian bencana meteorologi tersebut telah sering mengganggu dan menimbulkan kerugian besar dan mengganggu aktivitas pembangunan di wilayah Arab Saudi,” ujarnya kemarin.

Armi menjelaskan, fitur utama H-HEWS adalah fitur prediksi cuaca (temperatur, curah hujan, arah dan kecepatan angin, kelembaban, dan tekanan udara) serta fitur warning bencana untuk potensi bencana badai pasir, angin kencang, gelombang panas, dan hujan lebat. “Sistem online serta warning tersebut berjalan secara otomatis dan dijalankan 24 jam oleh server komputer dari Indonesia,” papar Armi.

Menurut dia, sistem informasi tersebut dirancang untuk mampu secara tepat memprediksi lokasi dan waktu kejadian badai pasir yang akan terjadi hingga tiga hari ke depan, termasuk tiga potensi bencana lain. Masa mendatang informasi prediksi kebencanaan tersebut diprediksi akan bisa mengurangi potensi bencana dan kerugian di wilayah Arab Saudi.

“Umat yang melakukan ibadah umrah bisa meman faatkannya. Sistem informasi online ini dirancang sangat user friendly dan mudah dipahami oleh orang awam sekalipun,” imbuhnya.

Armi menambahkan, ITB membuka peluang kerja sama melalui Otoritas Umum untuk Meteorologi dan Perlindungan Lingkungan guna membangun sistem cerdas tersebut lebih lanjut sesuai kebutuhan masyarakat dan Pemerintah Arab Saudi.

Kerja sama ini akan membuka peluang bagi Indonesia melalui Tim Peneliti ITB di bawah LPIK atau LPPM ITB untuk lebih mengembangkan aplikasi canggih tersebut untuk berbagai keperluan mitigasi bencana di wilayah Arab Saudi.

“Di masa mendatang kita bisa kembangkan prediksi hingga 10 hari ke depan dengan resolusi tinggi 1 km sehingga upaya mitigasi bisa lebih awal dan lebih tepat,” papar Armi saat menjelaskan kepada pengunjung di Pavilliun Indonesia.

Aplikasi informasi cuaca yang sudah memiliki dua bahasa, yakni bahasa Inggris dan Arab, tersebut juga akan dibuatkan versi Android dan iOSnya. Pengembangan teknologi H-HEWS bukanlah sistem yang pertama dibuat Armi bersama dosen dan peneliti senior dari Program Studi Meteorologi ITB.

“Kami telah lama mengembangkan sistem informasi prediksi kebencanaan hidro meteorologi resolusi dan ke tepatan tinggi untuk dipakai ope rasional BNPB di seluruh wilayah Indonesia dalam memprediksi potensi banjir, longsor, dan cuaca ekstrem lainnya dan selanjutnya melakukan upaya mitigasinya,” jelas Armi.

Di samping Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) khususnya untuk bencana Hidrometeorologi yang dikembangkan oleh Tim ITB untuk BNPB, dirinya bersama Tim ITB juga telah mengembangkan sistem informasi Flood Early Warning and Early Action (FEWEAS) untuk mitigasi banjir di wilayah Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo dan Citarum, berbasis web, Android, dan iOS.

“FEWEAS didukung penuh oleh Federasi Palang Merah dan Bulat Sabit Internasional (IFRC) dan Palang Merah Indo nesia (PMI). Sistem Informasi Cerdas Agribisnis (SICA) untuk menentukan pola tanam secara tepat juga menjadi bagian dari produk unggulan ITB,” tambah Armi.

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel memberikan apresiasi khusus untuk produk teknologi ITB tersebut. “Festival yang sangat ramai dikunjungi oleh warga Arab Saudi dan Timur Tengah ini memberikan per sepsi kuat bahwa Indonesia me miliki banyak keunggulan dan kecanggihan teknologi kelas dunia di samping kekayaan seni dan budaya,” jelasnya.

Dubes berharap akan ada tindak lanjut dan kerja sama yang lahir dari keikutsertaan Indonesia dalam festival tahunan bergengsi ini. Dubes percaya ITB mempunyai kapasitas kelas dunia untuk membantu negara Arab Saudi khususnya dan negara Timur Tengah lainnya dalam bidang kebencanaan. (Sucipto)
(nfl)
Berita Terkait
Sejarah ITB Kampus Jatinangor...
Sejarah ITB Kampus Jatinangor yang Jadi Off-G Campus Pertama
ITB Buka Jalur Masuk...
ITB Buka Jalur Masuk Baru, Seleksi Siswa Unggul 2026, Camaba Cek Yuk
Wisuda ITB, 557 Sarjana...
Wisuda ITB, 557 Sarjana Lulus Berpredikat Cumlaude
Pekan Ini, 22.000 Alumni...
Pekan Ini, 22.000 Alumni Bakal Ikuti Pemilu IA ITB
Besok, 22.732 Alumni...
Besok, 22.732 Alumni Bakal Ikuti Pemilu IA ITB dengan Sistem I-Voting
Lewat KLB Bandung, Akhmad...
Lewat KLB Bandung, Akhmad Syarbini Terpilih Ketum IA ITB
Berita Terkini
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
14 jam yang lalu
Jadwal Ujian SIMAK UI...
Jadwal Ujian SIMAK UI 2026 Ditambah, Catat Waktu dan Tata Tertibnya
14 jam yang lalu
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
16 jam yang lalu
SPMB Banten 2026 Jalur...
SPMB Banten 2026 Jalur Domisili Sekolah Dibuka Besok, Simak Syaratnya
19 jam yang lalu
PMB Sekolah Swasta Gratis...
PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026 Segera Dibuka, Cek Syarat dan Jadwalnya
22 jam yang lalu
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
1 hari yang lalu
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved