Ujian Tulis Berbasis Komputer Bakal Dibagi Dua Gelombang

Kamis, 11 April 2019 - 07:17 WIB
Ujian Tulis Berbasis...
Ujian Tulis Berbasis Komputer Bakal Dibagi Dua Gelombang
A A A
JAKARTA - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) sebagai syarat masuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama bakal diikuti oleh 698.505 peserta dan gelombang kedua 597.115 orang.

Ketua Lembaga Tes masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Ravik Karsidi mengatakan, jumlah total peserta UTBK untuk gelombang pertama yang tesnya akan berlangsung pada 13 April hingga 4 Mei sebanyak 698.505 peserta. Dari jumlah peserta UTBK gelombang pertama tersebut, yang mengikuti kelompok ujian saintek sebanyak 374.641 peserta dan kelompok ujian soshum sebanyak 323.864 peserta.

“Yang ikut UTBK gelombang pertama terdiri dari 516.927 peserta reguler dan 181.578 peserta Bidikmisi,” tandas Ravik kepada KORAN SINDO, kemarin. Mantan Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret Solo ini mengatakan, ada 73 perguruan tinggi negeri yang menyediakan ruang ujian sebanyak 29.297 bagi para peserta.

Sementara untuk total peserta UTBK pada gelombang kedua yang akan digelar pada 11 hingga 26 Mei sebanyak 597.115 orang. Ravik menjelaskan, dari jumlah peserta UTBK gelombang kedua tersebut yang mengikuti kelompok ujian saintek sebanyak 304.301 peserta dan kelompok ujian soshum sebanyak 292.814 peserta.

Untuk gelombang kedua ini, terdiri dari 419.049 peserta reguler dan 178.066 peserta Bidikmisi. Jika dibandingkan dengan gelombang pertama, maka UTBK gelombang kedua memerlukan ruang ujian lebih sedikit yakni 27.031 ruang di 73 PTN Pusat UTBK. Ravik berharap kepada seluruh peserta untuk dapat memperhatikan jadwal tes dengan benar.

Sebab, tes terbagi atas dua sesi yakni sesi pagi dimulai pukul 7.30 dan sesi siang dimulai pukul 12.30 waktu setempat. “Para peserta diharuskan hadir 30 menit sebelumnya dan sudah mengetahui lokasi dan ruang tes sesuai dengan yang tertera di kartu tanda peserta UTBK,” paparnya. Ravik juga berpesan kepada peserta diharuskan mengetahui dan memahami dengan benar tata tertib ujian.

Setiap pelanggaran terhadap tata tertib akan mengakibatkan peserta dibatalkan ujiannya. Kepada semua pihak yang terkait diharapkan berperan aktif didalam menjaga suasana pelaksanaan UTBK agar berlangsung dengan tertib, aman, dan nyaman. Selama berlangsungnya UTBK, pihak luar tidak diperbolehkan memasuki ruang ujian kecuali panitia.

Kepala Humas dan KIP Universitas Indonesia (UI) Rifelly Dewi Astuti mengatakan, dalam mendukung pelaksanaan UTBK SBMPTN 2019, UI turut menyediakan ruang kelas di dalam kampus UI Depok dan Salemba serta menggandeng 26 SMA/SMK negeri dan swasta di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Depok sebagai lokasi ujian.

“Total ruangan yang disediakan UI untuk penyelenggaraan UTBK adalah sebanyak 128 ruang ujian dengan total jumlah komputer sebanyak 3.860 unit,” ungkapnya. Menurut dia, pada tahun ini UI menerima mahasiswa baru S1 reguler terbanyak melalui SBMPTN dengan kuota sebesar 40% atau sebanyak 2.207 kursi. Demi kelancaran pelaksanaan UTBK, Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru UI melakukan sejumlah persiapan.

Di antaranya, membentuk panitia khusus terkait penyelenggaraan UTBK, menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah mitra, mengadakan pelatihan bertahap real-like situation di laboratorium-laboratorium komputer bagi para petugas yang terlibat seperti admin server, teknisi lokal, dan pengawas. UI juga menyediakan laboratorium khusus bagi siswa berkebutuhan khusus.

Materi ujian pada SBMPTN adalah Tes Potensi Skolastik (TPS) atau tes yang mengukur kemampuan kognitif seperti kemampuan penalaran dan pemahaman umum. Tes kedua adalah Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang mengukur pengetahuan dan pemahaman keilmuan yang diajarkan di sekolah. Informasi lengkap dapat diakses melalui http://sbmptn.ltmpt.ac.id/.

SBMPTN 2019 merupakan seleksi penerimaan mahasiswa baru dengan menggunakan hasil UTBK saja atau hasil UTBK dan kriteria lain yang ditetapkan bersama oleh PTN. UTBK 2019 dapat diikuti oleh siswa lulusan tahun 2017, 2018, dan 2019 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat, serta lulusan Paket C tahun 2017, 2018, dan 2019.
(don)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Mau Jadi Guru atau Pendidik?...
Mau Jadi Guru atau Pendidik? Mesti Tahu dulu Jurusan-Jurusan Pendidikan Ini
Berita Terkini
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
1 jam yang lalu
Lowongan Sekolah Rakyat...
Lowongan Sekolah Rakyat 2026 untuk 5.127 PPPK Tendik, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya
1 jam yang lalu
Tiga Lulusan Kedokteran...
Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya
3 jam yang lalu
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
3 jam yang lalu
Rekrutmen 3.053 Guru...
Rekrutmen 3.053 Guru PPPK Sekolah Rakyat Dibuka 8 Juni 2026, Lengkapi Persyaratan Ini
6 jam yang lalu
OSN 2026 Diikuti 941.692...
OSN 2026 Diikuti 941.692 Peserta, Kemendikdasmen Tegaskan Integritas dan Transparansi
19 jam yang lalu
Infografis
Atasi Tawuran, Pemprov...
Atasi Tawuran, Pemprov Jakarta Bakal Buka 500.000 Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved