Mahasiwa Unpad Dikenalkan dengan Empat Pilar Pariwisata

Selasa, 21 Mei 2019 - 16:58 WIB
Mahasiwa Unpad Dikenalkan...
Mahasiwa Unpad Dikenalkan dengan Empat Pilar Pariwisata
A A A
BANDUNG - Mahasiswa Univeristas Padjajaran, Bandung, mendapatkan bekal berharga sebelum terjun ke dunia pariwisata. Bekal tersebut berupa pengetahuan mengenai 4 pilar dalam pariwisata, yaitu destinasi, pemasaran, industri dan kelembagaan.

Pengetahuan tersebut didapat dalam Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Goes To Campus. Even ini dilangsungkan di Graha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat, Senin (20/5/2019).

Pembicara dalam even ini adalah Kepala Dinas Pariwisata Jawa Barat Dedy Taufik. Ia membawa materi mengenai Arah Kebijakan Pengembangan Pariwisata Provinsi Jaw Barat. Pembicara lainnya Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjajaran dengan materi Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Pengembangan SDM Kepariwisataan.

Narasumber lainnya adalah Mohammad Liga Suryadana dari STP Bandug yang memberikan materi mengenai Isu Strategis Pengembangan Industri Pariwisata, dan Kabid Ekowisata Kemenpar Gunawan Wimbawa yang memberi pemahaman menngenai Presentasi Produk Pariwisata dan Sikap Melayani.

Pemahaman mengenai 4 pilar pariwisata sendiri disampaikan Kepala Bidang Ekowisata Kementerian Pariwisata Gunawan Wimbawa.

“Kalian pasti tahu mengenai 4 Pilar Kebangsaan? Kita di pariwisata juga punya. Namanya 4 Pilar Pariwisata. Ada Pemasaran, Destinasi, Industri, dan Kelembagaan. Tidak semua kita jabarkan karena waktu yang terbatas. Tapi kalian akan saya beri gambaran mengenai dasar dari pilar itu,” kata Gunawan.

Dijelaskannya, Destinasi dalam pariwisata melingkupi unsur 3A, Atraksi-Amenitas-Aksesibilitas.

“Contoh mudahnya, jika wisatawan datang ke Tangkuban Parahu, apa atraksi yang mereka dapat? Tentunya kawah gunung. Terus jika mereka mau mencari makan dan beristirahat, atau menginap, kemana mereka harus pergi. Itu kaitannya dengan amenitas. Yang tidak kalah penting, bagaimana cara mereka ke destinasi. Atau aksesnya. Semakin kuat unsur 3A di destinasi, semakin banyak wisatawan yang hadir,” katanya.

Mengenai Pemasaran, strategi yang dipakai Kementerian Pariwisata adalah BAS. Alias Branding, Advertising, dan Selling. Untuk Industri sekitar sektor pariwisata. Industri juga melibatkan sejumlah lembaga seperti PHRI, Asita, dan lainnya.

Kelembagaan juga dinilai hal yang penting oleh Gunawan Wimbawa. Ia pun balik bertanya kepada para mahasiswa.

“Kalian tahu seperti apa kegiatan kelembagaan? Salah satunya ya seperti ini. Kelembagaan itu memperkuat SDM, memperkuat hubungan antar lembaga. Hal ini juga berkaitan dengan kebijakan,” paparnya.

Gunawan pun menilai pariwisata sebagai sektor yang unik. Ia menyebut pariwisata itu tidak kemana-mana. Namun, ada dimana-mana.

“Contohnya apa? Harga tiket yang naik sekarang pariwisata terkena dampaknya. Tapi bukan wewenang kita. Itu ada di Kemenhub. Terus jika jalan ke destinasi rusak, pariwisata pasti terkena dampaknya. Tapi, bukan kita yang harus perbaiki. Ada Kementerian PUPR. Ya seperti itulah. Keunikan pariwisata ada disitu,” katanya.

Sedangkan Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani menambahkan, pariwisata menyentuh semua pihak.

“Pariwisata itu banyak kaitannnya. Bisa menyentuh segala pihak. Itulah yang membuat pariwisata membutuhkan semangat Indonesia Incorporated. Semangat untuk membangun bersama-sama,” paparnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengutarakan hal yang tidak jauh berbeda. Dijelaskannya, pariwisata sangat dinamis. Dan memiliki value yang luar biasa.

“Pariwisata bisa menggerakkan sektor perekonomian. Mulai dari ekonomi kerakyatan hingga ekonomi bangsa. Hal ini yang membuat pariwisata menjadi core economy bangsa. Dan akan menjadi penyumbang devisa nomor satu. Untuk itu, kita membutuhkan SDM-SDM berkualitas untuk menjaga agar pariwisata tetap terdepan,” katanya.
(akn)
Berita Terkait
Kementerian Pariwisata...
Kementerian Pariwisata Jadikan Bissoloro sebagai Desa Wisata
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Akademisi Sarankan Olahraga...
Akademisi Sarankan Olahraga dan Pariwisata Jadi Satu Kementerian
BPKP Kawal Akuntabilitas...
BPKP Kawal Akuntabilitas Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
15 Desa di Bulukumba...
15 Desa di Bulukumba Terima Penghargaan dari Kementerian Pariwisata
Gaji PNS Kementerian...
Gaji PNS Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2024
Berita Terkini
Robot Lahbako-San Antar...
Robot Lahbako-San Antar UNEJ Jadi Juara Tiga KRAI 2026
2 jam yang lalu
LABSPROJECT 2026 Dorong...
LABSPROJECT 2026 Dorong Kreativitas dan Kolaborasi Siswa SMA Labschool Jakarta
3 jam yang lalu
Hari Pertama Sekolah,...
Hari Pertama Sekolah, Orang Tua Murid Setia Dampingi Anak di SDN Menteng 01
5 jam yang lalu
BSI Scholarship Pelajar...
BSI Scholarship Pelajar 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Jadwal Pendaftarannya
5 jam yang lalu
28 Perguruan Tinggi...
28 Perguruan Tinggi Malaysia Buka Peluang Studi bagi Mahasiswa Indonesia
22 jam yang lalu
Rangkaian Kegiatan MPLS...
Rangkaian Kegiatan MPLS SD, SMP, dan SMA/SMK 2026, Orang Tua Wajib Tahu!
1 hari yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved