Menristek Imbau Lembaga Riset Perguruan Tinggi Kerja Sama dengan Industri

Senin, 09 Desember 2019 - 12:56 WIB
Menristek Imbau Lembaga...
Menristek Imbau Lembaga Riset Perguruan Tinggi Kerja Sama dengan Industri
A A A
BANDUNG - Dana pengembangan penelitian di Indonesia diperkirakan mencapai 0,25% dari Gross Domestik Bruto (GDP) atau sekitar Rp37,5 triliun. Sayangnya, besarnya dana penilaian belum banyak memberi manfaat secara langsung kepada mayarakat.

Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengakui, dana riset di Indonesia cukup besar. Namun dana itu tidak murni untuk membiayai riset tertentu, tetapi termasuk biaya untuk gaji pegawai lembaga riset, biaya operasional, dan lainnya.

"Itu buat gaji, fasilitas, operasional, dan lainnya. Jadi belum jelas yang khusus buat riset berapa. Tapi itu tidak perlu kita bahas terus, nanti kita hanya terjebak di anggaran," kata Bambang saat menjadi keynote speaker pada acara Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MSA–PTNBH) di Swiss- Belresort Dago Heritage, Jalan Lapangan Golf Atas, Bandung, Senin (9/12/2019).

Menurut dia, banyak pernyataan yang muncul terkait riset yang dihasilkan selama ini, dampaknya kurang dirasakan masyarakat. Menurut dia, hal itu tak lepas dari persepsi riset yang masih berorientasi pada pesanan. Sehingga output yang dihasilkan masih sesuai pesanan.

Apalagi, mayoritas atau sekitar 83% riset di Indonesia masih dilakukan lembaga yang terkait pemerintah. Sementara riset swasta baru sekitar 4,3% dan sisanya perguruan tinggi. Kondisi itu menyebabkan, hasil riset masih berorientasi pada kebutuhan pemerintah atau pesanan atasan. "Berbeda dengan beberapa negara lain, seperti Singapura. Dana riset swasta cukup besar dan mendominasi dibanding dana pemerintah. Sehingga hasilnya bagus, bukan riset hasil pesanan. Di Korea, Samsung juga jadi leader, mereka riset dan inovasi terus," beber dia.

Menurut dia, antara lembaga riset seperti yang dipegang perguruan tinggi, mestinya menjalin hubungan baik dengan industri. Sehingga output riset lebih dirasakan hasilnya. Dia menyebut, setidaknya ada 330 lembaga riset. Tetapi hanya 170 yang dikategorikan unggul.

Untuk mendorong budaya riset di kalangan industri, ada beberapa skema yang sebenarnya bisa dilakukan. Di beberapa negara misalnya melakukan pengurangan pajak bagi mereka yang mengalokasikan dana untuk riset dan development (R&D). "Di Singapura insentif pajaknya bisa mencapai 200%. Itu sangat menarik," imbuh dia.
(cip)
Berita Terkait
25 Peneliti Ikut Pelatihan...
25 Peneliti Ikut Pelatihan dan Sertifikasi Peneliti Kuantitatif Internasional
Menristek Sampaikan...
Menristek Sampaikan Fokus Prioritas Riset Nasional pada Rakornas PRN
Kemendikti Bangun Sistem...
Kemendikti Bangun Sistem Mentorship Antarkampus, Dorong Kolaborasi Riset dan Inovasi
Gaet Inventor Perguruan...
Gaet Inventor Perguruan Tinggi, AII Dukung Hilirisasi Hasil Riset di Indonesia
Wamendiktisaintek Stella...
Wamendiktisaintek Stella Christie: Duplikasi di Dunia Sains Itu Baik
Sajikan Sains dari Sudut...
Sajikan Sains dari Sudut Berbeda, SINDO Media Kunjungi Menristek
Berita Terkini
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
11 jam yang lalu
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
12 jam yang lalu
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
13 jam yang lalu
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
17 jam yang lalu
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
19 jam yang lalu
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
20 jam yang lalu
Infografis
Rencana Trump untuk...
Rencana Trump untuk Gaza Sama dengan Pembersihan Etnis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved