Bullying Marak di Sekolah, Peran Guru BK Perlu Diperkuat

Jum'at, 28 Februari 2020 - 22:04 WIB
Bullying Marak di Sekolah,...
Bullying Marak di Sekolah, Peran Guru BK Perlu Diperkuat
A A A
JAKARTA - Kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah mengundang keprihatinan banyak pihak. Bahkan kasus bullying yang terungkap seperti fenomena gunung es. Pasalnya banyak faktor yang mendorong kasus bullying.

Peneliti senior id.Edu, Clara Yanthi Pangaribuan mengatakan bimbingan konseling (BK) di sekolah belum maksimal. Hal ini diungkapkan Clara saat berbicara dalam diskusi bertajuk Stop Perundungan di Sekolah yang digelar The Indonesia Education Analys (id.Edu Analys) di Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Dalam Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 mengenai standard kualifikasi akademik kompetensi konselor, Permendikbud Nomor 11 Tahun 2014 yang mempertegas keberadaan bimbingan konseling dan pada Permendikbud Nomor 111 Tahun 2018 bebas kerja dan deskripsi tugas guru, Kepala Sekolah dan Pengawas justru membuat BK semakin lemah.

“Keberadaan bimbingan konseling antara ada dan tiada. Kalau di swasta, bimbingan konseling punya peran penting. Aturan pemerintah ini terlihat masih lemahnya peran guru di sekolah, orang tua di rumah dan lingkungan, bahkan kebijakan pemerintah dalam hal ini Kemendikbud sehingga kasus seperti ini masih terjadi,” katanya.

Clara juga meminta pemerintah untuk melakukan penataan dan penyebaran guru BK yang berkualitas di seluruh Indonesia. Selain itu, Clara mengatakan perlunya pelatihan guru BK.

“Di sekolah seharusnya ada guru BK, dimana mereka harus punya data per individu agar sekolah tahu setiap siswanya. Hal ini untuk membentuk kedekatan memori yang luar biasa, sehingga konselor bisa tahu bahwa anak sedang punya masalah apa.”

Dia juga meminta untuk menghilangkan fenomena guru BK terkenal galak, atau mereka yang mengurus anak yang bermasalah. “Bahkan yang tidak membayar uang sekolah pun yang mengurus ke guru BK. Dibutuhkan peran guru BK ini untuk melakukan identifikasi masalah, desain lingkungan sekolah anti bullying,” tutur Clara.
(dam)
Berita Terkait
2 Cara untuk Melaporkan...
2 Cara untuk Melaporkan Tindak Kekerasan yang Terjadi di Sekolah
Sanksi Tegas Kekerasan...
Sanksi Tegas Kekerasan di Sekolah
Perlu Kolaborasi Semua...
Perlu Kolaborasi Semua Pihak untuk Cegah Kekerasan pada Anak
Anak Dianiaya Nenek...
Anak Dianiaya Nenek dan Tante, Ayah Malah Sebut Itu Bukan KDRT tapi Masalah Pendidikan
Kebebasan Anak Perempuan...
Kebebasan Anak Perempuan dari Kekerasan Masih Perlu Diperjuangkan
Tekan Angka Kekerasan...
Tekan Angka Kekerasan Anak, KPAI Sumsel Gagas Videotron di LRT
Berita Terkini
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
4 jam yang lalu
Kemendikdasmen Dukung...
Kemendikdasmen Dukung SE KPK untuk Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB 2026
8 jam yang lalu
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
9 jam yang lalu
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
22 jam yang lalu
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
23 jam yang lalu
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
1 hari yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved