Ornamen Header
Distribusi KIP Kuliah Jangan Salah Sasaran, Perbaiki Database Kemiskinan
Distribusi KIP Kuliah Jangan Salah Sasaran, Perbaiki Database Kemiskinan
Distribusi KIP Kuliah Jangan Salah Sasaran, Perbaiki Database Kemiskinan
Rencana pemerintah mendistribusikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah harus dibarengi dengan perbaikan database kemiskinan di Tanah Air. Jangan sampai distribusi KIP Kuliah salah sasaran sehingga mahasiswa dari kalangan mampu ikut menerima bea siswa tersebut.

Tahun ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana memperluas sasaran beasiswa bagi para mahasiswa dari kalangan tidak mampu melalui KIP Kuliah. Beasiswa tersebut akan diberikan kepada 818.000 orang yang terdiri atas 418 mahasiswa on going dan 400.000 mahasiswa baru. Nantinya setiap mahasiswa penerima KIP Kuliah akan mendapatkan uang Rp2,4 juta per semester untuk biaya kuliah dan Rp4,2 juta per semester untuk biaya hidup.

“Validitas database kemiskinan di beberapa daerah masih banyak yang bermasalah, padahal data tersebut menjadi syarat utama seorang siswa bisa menerima KIP Kuliah. Oleh karena itu kami berharap Kemendikbud berhati-hati sebelum menentukan seorang mahasiswa menerima KIP Kuliah,” ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda di Jakarta kemarin.

Dia menjelaskan database masih menjadi salah satu persoalan serius di Tanah Air. Sering kali data dari satu instansi dan instansi lain berbeda-beda meskipun objek datanya sama. Termasuk data warga miskin yang kerap menimbulkan berbagai bantuan sosial tidak tepat sasaran. “Dinamika yang kerap terjadi di masyarakat terkait perubahan status warga miskin sering kali tidak terekam sehingga data bisa berubah dalam hitungan bulan,” ujarnya.



Huda mengatakan kondisi demikian harus diantisipasi Kemendikbud dengan menyiapkan standar operasional prosedural (SOP) penentu seorang mahasiswa layak menerima KIP Kuliah atau tidak. Menurutnya kriteria-kriteria penerima KIP Kuliah harus ditetapkan dan disosialisasi sejak jauh hari. Dengan demikian bisa meminimalkan potensi distribusi KIP Kuliah yang tak tepat sasaran.

“Banyak siswa berprestasi yang lulus SMA/SMK/sederajat yang ingin kuliah tapi tidak punya biaya. Mereka sangat berharap uluran pemerintah. Nah jangan sampai siswa-siswa ini jadi korban amburadulnya database kemiskinan yang kita punya,” ucapnya.

Sementara itu Kemendikbud mengimbau para siswa SMA/SMK/sederajat yang akan lulus sekolah atau calon mahasiswa dari keluarga tidak mampu untuk segera mendaftar untuk mendapatkan KIP Kuliah. “Kami berharap adik-adik semuanya yang berminat untuk kuliah jangan berhenti hanya karena tidak ada dana. Bapak Presiden melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sudah menyiapkan sekitar 400.000 untuk KIP Kuliah baik itu KIP Kuliah reguler maupun untuk KIP Kuliah afirmasi," papar Sesditjen Pendidikan Tinggi Paristiyanti.



Dia menjelaskan Mendikbud Nadiem Makarim telah mempercepat keluarnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 10/2020 tentang Program Indonesia Pintar. “Mendikbud sering menyampaikan bahwa pendidikan adalah investasi untuk negara kita di masa mendatang, karena itulah beliau berjuang dengan sepenuh hati untuk mempercepat keluarnya permen tentang program Indonesia Pintar, yaitu Permendikbud 10/2020 yang di dalamnya tentang KIP dan KIP Kuliah,” jelasnya.
halaman ke-1 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!