Sejumlah Ahli Paparkan Hubungan Ilmu Pengetahuan dan Agama

Senin, 09 Maret 2020 - 16:54 WIB
Sejumlah Ahli Paparkan...
Sejumlah Ahli Paparkan Hubungan Ilmu Pengetahuan dan Agama
A A A
JAKARTA - Beberapa pakar teknologi yang tergabung dalam Kelompok Keahlian Ilmu-Ilmu Kemanusiaan (KKIK), Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Seminar ilmiah Internasional Mata Air 2020. Beragam paparan mereka sampaikan terkait hubungan teknologi dengan unsur religius.

"Ada berbagai hikmah luar biasa yang saya dapatkan saat mempelajari ayat-ayat Alqur'an dan hadits dalam penelitian," ujar Khoirul Anwar, pakar coding dan telekomunikasi Indonesia jebolan ITB, Senin (9/3/2020).

(Baca juga: Cara Berbakti kepada Orangtua yang Sudah Wafat)

Profesor pemilik 8 paten internasional di bidang telekomunikasi ini mengaku
mendapatkan inspirasi dari Alquran dan Sunnah dalam penemuan teori-teori dasar bagi teknologi 5G dan 6G.

"Sumber inspirasi yang mampu menghadirkan ilham ketika mencari pendekatan coding terbaik yang pada akhirnya membawa pada penemuan teori-teori dasar bagi teknologi 5G dan 6G," ujar pria asal Kediri lulusan Jurusan Teknik Elektro ITB yang lulus dengan predikat cum laude di tahun 2000 itu.

Peneliti asal Indonesia ini telah membanggakan Indonesia dengan prestasi di kancah internasional. Dia adalah merupakan penemu dan sekaligus pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing).

Temuannya ini kemudian mendapatkan penghargaan Best Paper untuk kategori Young Scientist pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring pada 16-19 Mei 2010, di Taiwan. Kini hasil temuan yang telah dipatenkan itu digunakan oleh sebuah perusahaan elektronik besar asal Jepang.

Ilmuwan lainnya, Dr Qoriah Siregar yang juga dosen ITB mengangkat tema "Religiusitas Masyarakat Digital Sebagai Sebuah Kajian Tekno-agama". Ia memberikan pemaparan tentang berbagai pengaruh teknologi pada ilmu pengetahuan dan relijiusitas masyarakat.

"Terutama masyarakat modern yang saat ini amat bergantung pada teknologi digital. Penting diantisipasi dampak positif dan negatif dari teknologi, agar tidak melunturkan nilai-nilai agama," ujarnya.

Sementara, pimpinan Majalah Ilmiah Mata Air yang turut mendukung kegiatan ini mengangkat tema tentang "Islamic Civilization and Its Proclivity to Science: A Forgotten History of Dark Ages".

Menurutnya, saat dunia barat dalam kegelapan, justru menjadi era emas bagi dunia Islam. "Kala dunia barat dalam abad Kegelapan yang mendera pada saat itu tidaklah berlaku bagi dunia Islam, sehingga tepat bila dikatakan bahwa pada masa itu ada kegelapan bagi dunia Barat namun terang bagi dunia Timur," kata Astri Katrini Alafta dalam keterangan resminya di Jakarta.

Bahkan, dipaparkannya perkembangan ilmu pengetahuan di Barat berhutang besar pada penerjemahan dan perkembangan ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh dunia Islam pada masa itu.

Dr Salih Yucel dari Charles Sturt University dalam kesempatan ini juga membongkar fakta mencengangkan tentang penemu benua Amerika. Dikatakannya, Columbus bukanlah orang pertama yang sampai ke benua Amerika.

"Bukti-bukti arkeologi menunjukkan banyak sekali penemuan yang didapatkan di Amerika dan Meksiko yang menunjukkan keberadaan orang-orang Islam di benua tersebut, jauh sebelum Columbus datang," ujarnya.

Salih juga memberikan berbagai bukti akademis yang telah diterbitkan di Amerika sendiri. "Amerika sendiri meragukan Columbus yang pertama datang ke benua itu karena bukti menunjukkan keberadaan peradaban Islam," tegasnya.

Sedangkan peneliti dari KKIK ITB, Dr. Syihabuddin menjelaskan mukjizat tersirat
yang tersimpan dalam ayat-ayat Alquran. Salah satunya terkait pendekatan linguistik dalam memahami fakta-fakta tersirat dari Surat Saba' ayat 10-12.
(maf)
Berita Terkait
103 Orang Lolos Seleksi...
103 Orang Lolos Seleksi CPNS LIPI 2019
HUT LIPI Ke-53, Ini...
HUT LIPI Ke-53, Ini Pesan Menristek ke Para Peneliti Indonesia
Peneliti LIPI Tegaskan...
Peneliti LIPI Tegaskan Sinar UV-C 'Pembunuh Virus' Berbahaya Bagi Manusia
LIPI Jajaki Kelanjutan...
LIPI Jajaki Kelanjutan Kerja Sama Riset Gizi Masyarakat
Ini Alasan Bunga Bangkai...
Ini Alasan Bunga Bangkai Terancam Punah, Salah Satunya Karena Mitos
LIPI Temukan Dominasi...
LIPI Temukan Dominasi Covid-19 Varian India Menggila sampai Karawang
Berita Terkini
Ini Rangkaian Kegiatan...
Ini Rangkaian Kegiatan MPLS 2026 Selama 5 Hari di SMA dan SMK
13 jam yang lalu
Kisah Arga, Mahasiswa...
Kisah Arga, Mahasiswa Penerima KIP Kuliah yang Raih Penghargaan Berkat Temuan Celah Claude AI
18 jam yang lalu
Puncak Kalpasastra 2026,...
Puncak Kalpasastra 2026, BEMP Sastra Indonesia UNJ Hadirkan Salman Aristo
19 jam yang lalu
SPMB PJJ Diresmikan,...
SPMB PJJ Diresmikan, Siap Jangkau Jutaan Anak Tidak Sekolah
22 jam yang lalu
Museum ITB Diresmikan,...
Museum ITB Diresmikan, Ruang Baru Membaca Masa Lalu dan Merajut Masa Depan
23 jam yang lalu
KJP Plus Tahap 1 2026...
KJP Plus Tahap 1 2026 Sudah Cair, Cek Rincian Dana yang Diterima Siswa
23 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved