FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:14 WIB
loading...
Dokumentasi tim penyelam bawah laut dalam upaya pemulihan ekosistem terumbu karang. Foto/UNEJ.
A
A
A
JAKARTA - Dua bulan pasca-penanaman 750 bibit terumbu karang di kawasan Tanjung Sekeben, Banyuwangi, upaya pemulihan ekosistem laut yang diinisiasi FMIPA Universitas Jember (UNEJ) kini mulai menunjukkan hasil dan dampak lingkungan positif.
Pemantauan berkala yang dilakukan secara berkelanjutan mencatat tingkat kelangsungan hidup (survival rate) bibit karang yang baik serta mulai kembalinya keanekaragaman biota laut di lokasi restorasi.
Baca juga: Robot Lahbako-San Antar UNEJ Jadi Juara Tiga KRAI 2026
Tindak lanjut ini merupakan bagian dari komitmen panjang program Pengabdian kepada Masyarakat tim FMIPA UNEJ yang dipimpin oleh Ratna Dewi Syarifah bekerja sama dengan PT Autore Pearl Culture (perusahaan PMA asal Australia di bidang budidaya mutiara) dan LANAL Banyuwangi.
Sebelumnya, pada 21 Mei 2026 lalu, tim bersatu memulihkan kerusakan terumbu karang akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan dengan menanam sekitar 750 bibit karang di perairan setempat.
Program ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi terumbu karang di perairan Tanjung Sekeben yang mengalami kerusakan akibat aktifitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, yaitu dengan penggunaan potasium dan bom ikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Padahal, kawasan tersebut dulunya dikenal sebagai habitat laut yang kaya akan terumbu karang dan berbagai jenis ikan.
Pemantauan berkala yang dilakukan secara berkelanjutan mencatat tingkat kelangsungan hidup (survival rate) bibit karang yang baik serta mulai kembalinya keanekaragaman biota laut di lokasi restorasi.
Baca juga: Robot Lahbako-San Antar UNEJ Jadi Juara Tiga KRAI 2026
Tindak lanjut ini merupakan bagian dari komitmen panjang program Pengabdian kepada Masyarakat tim FMIPA UNEJ yang dipimpin oleh Ratna Dewi Syarifah bekerja sama dengan PT Autore Pearl Culture (perusahaan PMA asal Australia di bidang budidaya mutiara) dan LANAL Banyuwangi.
Sebelumnya, pada 21 Mei 2026 lalu, tim bersatu memulihkan kerusakan terumbu karang akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan dengan menanam sekitar 750 bibit karang di perairan setempat.
Program ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi terumbu karang di perairan Tanjung Sekeben yang mengalami kerusakan akibat aktifitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, yaitu dengan penggunaan potasium dan bom ikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Padahal, kawasan tersebut dulunya dikenal sebagai habitat laut yang kaya akan terumbu karang dan berbagai jenis ikan.
Lihat Juga :