74 Roket Milik Mahasiswa Beradu di Komurindo 2014
Rabu, 13 Agustus 2014 - 14:55 WIB
74 Roket Milik Mahasiswa Beradu di Komurindo 2014
A
A
A
YOGYAKARTA - 74 roket milik para mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) siap bersaing dalam Kompetisi Muatan Roket dan Roket Indonesia (Komurindo) 2014. Satu tim roket, terdiri dari tiga mahasiswa dan seorang dosen pembimbing.
Kompetisi itu berlangsung mulai hari ini, Rabu 13 Agustus hingga Sabtu, 16 Agustus 2014 di dua tempat, yakni di Lapangan Tembak Dislitbbang TNI AD, Pantai Bocor Kebumen, Jawa Tengah, untuk peluncuran roket dan balon udara, dan di Lapangan Bola Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk lokasi uji fungsi alat yang akan dikompetisikan.
Ketua Dewan Juri Endra Pitowarno menyampaikan sebelum pelaksanaan kompetisi peluncuran roket yang dimulai pada Jumat 15 Agustus 2014 mendatang, semua peserta diharuskan untuk mengisi borang.
"Para peserta harus mengisi borang dengan lengkap. Termasuk mencantumkan frekuensi kerja dan tipenya. Sebab dari borang nantinya pihak juri akan menilai lagi, apakah frekuensinya sudah sesuai dengan ketentuan atau tidak," kata Endra dalam Techinal Meeting di Lapangan Sepak Bola UMY, Yogyakarta, Rabu (13/8/2014).
Setelah 74 tim mengisi borang yang telah disediakan, peserta juga wajib untuk mengikuti uji fungsi alat yang dikompetisikan. Uji fungsi alat tersebut juga untuk mengetahui kelayakan dari alat-alat yang akan dikompetisikan.
"Jika alat dari masing-masing tim lolos dari uji fungsi alat, maka berhak meluncurkan roketnya pada kompetisi. Begitu juga sebaliknya, jika tidak lolos, maka kemungkinan tim tidak bisa mengikuti kompetisi," tegasnya.
Mewakili pihak UMY sebagai tuan rumah penyelenggaraan Komurindo dan Kombat, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMY, Sri Atmaja P Rosyidi berharap akan lahir generasi-generasi penerus bangsa yang bisa mengharumkan nama Indonesia lewat ide-ide dan karya-karyanya.
"Kami harap, dari acara ini bisa lahir anak-anak bangsa yang memunculkan ide-ide dan karya-karya terbarunya untuk mengharumkan nama bangsa. Kompetisi ini juga sebenarnya bisa mendorong kedirgantaraan kita agar bisa menjadi lebih mandiri lagi," ujarnya.
Komurindo merupakan kompetisi tahunan rancang bangun muatan roket tingkat perguruan tinggi yang diselenggarakan sejak 2009 lalu. Dalam ajang ini, para mahasiswa ditantang untuk membangun suatu sistem monitoring dan pengukuran yang stabil, akurat, dan presisi di bidang peroketan.
Sehingga diharapkan kegiatan ini akan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam rancang bangun serta pengujian roket dan muatannya. Sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam teknologi penginderaan jauh dan sistem otomasi robotika pada muatan roket.
Sebagaimana diketahui, kompetisi ini diprakarsai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (DIKTI) yang bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dan UMY.
Kompetisi itu berlangsung mulai hari ini, Rabu 13 Agustus hingga Sabtu, 16 Agustus 2014 di dua tempat, yakni di Lapangan Tembak Dislitbbang TNI AD, Pantai Bocor Kebumen, Jawa Tengah, untuk peluncuran roket dan balon udara, dan di Lapangan Bola Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk lokasi uji fungsi alat yang akan dikompetisikan.
Ketua Dewan Juri Endra Pitowarno menyampaikan sebelum pelaksanaan kompetisi peluncuran roket yang dimulai pada Jumat 15 Agustus 2014 mendatang, semua peserta diharuskan untuk mengisi borang.
"Para peserta harus mengisi borang dengan lengkap. Termasuk mencantumkan frekuensi kerja dan tipenya. Sebab dari borang nantinya pihak juri akan menilai lagi, apakah frekuensinya sudah sesuai dengan ketentuan atau tidak," kata Endra dalam Techinal Meeting di Lapangan Sepak Bola UMY, Yogyakarta, Rabu (13/8/2014).
Setelah 74 tim mengisi borang yang telah disediakan, peserta juga wajib untuk mengikuti uji fungsi alat yang dikompetisikan. Uji fungsi alat tersebut juga untuk mengetahui kelayakan dari alat-alat yang akan dikompetisikan.
"Jika alat dari masing-masing tim lolos dari uji fungsi alat, maka berhak meluncurkan roketnya pada kompetisi. Begitu juga sebaliknya, jika tidak lolos, maka kemungkinan tim tidak bisa mengikuti kompetisi," tegasnya.
Mewakili pihak UMY sebagai tuan rumah penyelenggaraan Komurindo dan Kombat, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMY, Sri Atmaja P Rosyidi berharap akan lahir generasi-generasi penerus bangsa yang bisa mengharumkan nama Indonesia lewat ide-ide dan karya-karyanya.
"Kami harap, dari acara ini bisa lahir anak-anak bangsa yang memunculkan ide-ide dan karya-karya terbarunya untuk mengharumkan nama bangsa. Kompetisi ini juga sebenarnya bisa mendorong kedirgantaraan kita agar bisa menjadi lebih mandiri lagi," ujarnya.
Komurindo merupakan kompetisi tahunan rancang bangun muatan roket tingkat perguruan tinggi yang diselenggarakan sejak 2009 lalu. Dalam ajang ini, para mahasiswa ditantang untuk membangun suatu sistem monitoring dan pengukuran yang stabil, akurat, dan presisi di bidang peroketan.
Sehingga diharapkan kegiatan ini akan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam rancang bangun serta pengujian roket dan muatannya. Sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam teknologi penginderaan jauh dan sistem otomasi robotika pada muatan roket.
Sebagaimana diketahui, kompetisi ini diprakarsai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (DIKTI) yang bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dan UMY.
(kri)