Kemenag Diminta Tarik Buku Makam Wali Berhala

Kamis, 18 September 2014 - 11:08 WIB
Kemenag Diminta Tarik...
Kemenag Diminta Tarik Buku Makam Wali Berhala
A A A
JAKARTA - PKB minta Kemenag menarik buku Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada Kurikulum 2013.

Ketua Fraksi PKB Marwan Jafar mengatakan, buku tersebut banyak menuai protes. Di dalam buku terbitan Kemenag 2014 itu, terdapat kalimat berhala sekarang adalah kuburan para wali.

Menurutnya, Kemenag sudah seharusnya menarik buku tersebut dari peredaran. Karena, takut hal tersebut akan menimbulkan masalah baru di masyarakat.

"Kementerian Agama (Kemenag) harus menarik semua buku pelajaran SKI tersebut dari peredaran, karena telah menimbulkan keresahan di masyarakat," kata Marwan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (18/9/2014) malam.

Dia mengatakan, klarifikasi dan koreksi yang dilakukan Dirjen Pendidikan Islam lewat surat edaran belum menyelesaikan masalah, justru menimbulkan problem baru. Karena tidak mengubah substansi.

Dia mengingatkan Kemenag, untuk melakukan penelitian secara cermat sebelum menerbitkan serta mengedarkan buku pelajaran ke sekolah, agar permasalahan serupa tidak terulang lagi.

"Karena kontroversi serupa pernah muncul saat ada soal ujian yang melecehkan Gus Dur dan sumbernya juga dari sebuah buku sejarah," ujarnya.

Selain itu kata Ketua DPP PKB ini, penulis buku SKI itu harus klarifikasi secara terbuka kepada masyarakat, agar tidak menimbulkan fitnah dan saling curiga antara masyarakat.

"Jangan sampai persolan ini menimbulkan keresahan masyarakat yang lebih luas," tuturnya.

Maka itu, dia mengajak, umat Islam yang tidak setuju dengan isi buku tersebut, agar melakukan protes secara santun dan beradab dan tidak melakukan yang bertentagnan dengan hukum.

"Mengimbau kepada seluruh stakeholder bangsa, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terpancing oleh provokasi orang-orang yang tidak bertanggung jawab demi keuntungan pribadinya," pungkasnya.

Sekadar diketahui, peredaran buku SKI kelas VII MTs terus menuai protes. Karena dianggap telah melukai keyakinan kaum Nahdliyin dengan kalimat 'berhala sekarang adalah kuburan para wali'.
(maf)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Gelar Lari Bersama,...
Gelar Lari Bersama, PPI Tunisia dan Diasporun Gaungkan Hidup Sehat serta Cinta Tanah Air
7 jam yang lalu
Mendikdasmen Kunjungi...
Mendikdasmen Kunjungi SDN Srengseng Sawah 15 Pascateror Bom, Pastikan MPLS Tetap Aman
8 jam yang lalu
Jelang Pendaftaran TKA...
Jelang Pendaftaran TKA 2026, Ini Hak dan Kewajiban Peserta SMA Sederajat
8 jam yang lalu
Usulan Tambahan Anggaran...
Usulan Tambahan Anggaran Rp5,783 T untuk Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag Disetujui Kemenkeu
10 jam yang lalu
Tenaris Berikan Beasiswa...
Tenaris Berikan Beasiswa untuk 360 Siswa dan Bantuan Fasilitas Sekolah di Cilegon serta Batam
10 jam yang lalu
BSI Scholarship Berdampak...
BSI Scholarship Berdampak 2026 Dibuka, Ada Bantuan UKT 8 Semester
11 jam yang lalu
Infografis
4.155 Peserta Lolos...
4.155 Peserta Lolos PPPK Paruh Waktu Kemenag, Ini Langkah Selanjutnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved