Mental 'Penumpang' Bikin Anak Enggak Mandiri

Jum'at, 03 Oktober 2014 - 03:31 WIB
Mental Penumpang Bikin...
Mental 'Penumpang' Bikin Anak Enggak Mandiri
A A A
DEPOK - Fenomena passenger mentality atau mental 'penumpang' ini diamati dalam 10 tahun terakhir oleh Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali.

Kebiasaan melindungi anak berlebihan di kalangan orang tua yang terus dibawa hingga anaknya dewasa, bisa mengakibatkan kemampuan sang anak dalam mengambil keputusan menjadi lumpuh.

Mulanya anak-anak dibedong, lalu digendong dan dituntun. Bahkan yang terjadi belakangan banyak orang tua mendampingi anak saat wawancara untuk masuk S2.

"Ini salah satu penyebab utama yang mengakibatkan banyak kaum muda kalah dalam mengejar karir dan impiannya," kata Rhenald dalam peluncuran buku terbarunya berjudul Self Driving dan 30 Paspor di Kelas Sang Profesor di FEUI, Depok, Kamis 2 Oktober 2014.

Rhenald mengatakan, mentalitas penumpang (passenger mentality) itu harus didobrak dan diubah menjadi mentalitas pengemudi (driver). Sehingga generasi muda menjadi lebih waspada dan berinisiatif tinggi serta berani mengambil keputusan.

"Bahkan, mereka diharapkan juga bisa mengambil langkah tegas, kreatif dan kritis," ungkap Rhenald.

Dia menjelaskan bagaimana mental driver itu diaplikasikan pada mahasiswa yang dibimbingnya. Biasanya hanya duduk manis di kelas mendengarkan dosen, justru diterjunkan langsung ke dunia internasional guna mendapatkan pengalaman.

Sebanyak 30 mahasiswa itu diberi tugas untuk pergi ke satu negara yang bahasanya tidak boleh mirip dengan Indonesia. Kemudian mereka harus mengurus segala macam sendirian termasuk paspor, visa hingga rencana perjalanan.

Tugas ini bertujuan agar para mahasiswa mampu berpikir sendiri ketika di tengah kesulitan. Pasalnya, selama ini banyak mahasiswa yang hanya diajarkan terori saja.

Sehingga mereka hanya menjadi sarjana kertas yang hanya mampu memindah isi buku ke kertas. "Mereka yang bisa memindahkan ilmu dari otak ke seluruh tubuhnya itu baru sarjana hebat," ungkap Rhenald.
(maf)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
1 jam yang lalu
Kemendikdasmen Dukung...
Kemendikdasmen Dukung SE KPK untuk Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB 2026
4 jam yang lalu
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
6 jam yang lalu
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
19 jam yang lalu
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
19 jam yang lalu
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
20 jam yang lalu
Infografis
Pendidikan Sugiono,...
Pendidikan Sugiono, Anak Ideologis Prabowo yang Jadi Sekjen Gerindra
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved