Kritik Guru Besar UNJ Soal Ujian Nasional

Selasa, 06 Januari 2015 - 20:35 WIB
Kritik Guru Besar UNJ...
Kritik Guru Besar UNJ Soal Ujian Nasional
A A A
JAKARTA - Kebijakan pemerintah yang menjadikan Ujian Nasional (UN) hanya sebagai pemetaan dianggap tidak ideal. Sebab penentu kelulusan semestinya tidak hanya dari satu sumber.

Guru Besar Penelitian dan Evaluasi Pendidikan UNJ Prof Djaali mengatakan, sebenarnya kebijakan pemerintah tahun lalu yang mengambil nilai sekolah dari semester awal hingga akhir, lalu digabung dengan ujian sekolah dan ditambah dengan nilai UN menjadi nilai kelulusan sudah ideal.

Namun memang komponen utama kelulusan ialah penilaian guru yang melihat aktivitas siswa selama proses pembelajaran.

“Sebetulnya untuk menentukan kelulusan itu harus dari semua aspek," kata Djaali di Kampus UNJ, Jakarta, Selasa (6/1/2015).

"Jangan hanya dari satu komponen saja. Siswa harus mengikuti semua proses pembelajaran, kedua nilai ujian sekolah dan UN,” imbuhnya.

Djaali menjelaskan, yang menjadi persoalan UN tahun kemarin adalah hanya di validitas nilai guru, ujian sekolah dan UN saja.

Rektor UNJ ini menjelaskan, nilainya menjadi tidak valid karena ada faktor kepentingan dan kecemasan dari pihak yang terlibat dalam UN.

"Misalnya saja terjadi isu kebocoran dan contek-menyontek karena pemerintah daerah tidak mau tingkat kelulusan di daerahnya rendah atau siswanya yang cemas tidak lulus," ungkapnya.

Menurutnya, jika seluruh stakeholder menjamin bahwa hasil UN ini validitasnya tinggi, dia meyakini UN akan terus menjadi sarana penentu kelulusan siswa secara nasional.

"Jika pemerintah memaksa ujian sekolah berlaku sebagai penentu kelulusan, maka kita tidak akan tahu lagi mana sekolah yang bagus dan tidak," tuturnya.

Sebab, tidak ada standar nasional sebagai penghitung karena ujian sekolah memakai standar disekolah masing-masing. Maka dia beranggapan harus ada standar nasional yang menjadi pemetaan seluruh sekolah.

“Persoalan UN hanya di penyelenggaraanya yang banyak masalah. Itupun terjadi karena murid dan orangtua yang tidak siap. Syahwat mau lulus UN lebih tinggi,” ujarnya.

Djaali berpendapat, jika memang guru sebagai penentu kelulusan maka harus ditumbuhkan ke masyarakat rasa percaya kepada guru.

Pasalnya, buat apa pemerintah membuang uang untuk pola penentuan kelulusan siswa ini jika akhirnya masyarakat tidak percaya penilaian guru.

"Jika memang dibutuhkan, pemerintah bisa membuat standar soal ujian sekolah yang sama namun tetap guru yang menentukan kelulusan," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
UN Ditiadakan, PPDB...
UN Ditiadakan, PPDB Jateng Tahun Ini Gunakan Nilai Rapor
Menggagas Pengganti...
Menggagas Pengganti Terbaik UN
Pemerintah Pertimbangkan...
Pemerintah Pertimbangkan Diadakannya Kembali Ujian Nasional
UN Kembali Ditiadakan,...
UN Kembali Ditiadakan, Penilaian Kelulusan Siswa Kewenangan Sekolah
Kabar UN Mau Diberlakukan...
Kabar UN Mau Diberlakukan Lagi Tahun Depan, Mendikdasmen Bilang Begini
Inilah 5 Negara Tanpa...
Inilah 5 Negara Tanpa Ujian Nasional
Berita Terkini
Red Sparks Comeback...
Red Sparks Comeback Berkat Megawati Hangestri! Ini Profil Pendidikan Sang Bintang Voli Dunia
2 jam yang lalu
Dana PIP 2025 Cair Tanggal...
Dana PIP 2025 Cair Tanggal 10 April! Ini Daftar Penerima dan Cara Pencairannya
3 jam yang lalu
Himbau atau Imbau, Mana...
Himbau atau Imbau, Mana Kata yang Baku Menurut KBBI?
12 jam yang lalu
Jejak Pendidikan Giorgio...
Jejak Pendidikan Giorgio Chiellini, Legenda Juventus yang Punya Gelar S2 dari Universitas Turin
1 hari yang lalu
5 Kosakata Bahasa Indonesia...
5 Kosakata Bahasa Indonesia yang Penulisannya Sering Salah
1 hari yang lalu
Jurusan D3 dan D4 Paling...
Jurusan D3 dan D4 Paling Diminati di SNBT 2024, Politeknik Mana Paling Unggul?
2 hari yang lalu
Infografis
Militer China Kepung...
Militer China Kepung Taiwan untuk Simulasi Invasi Besar-besaran
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved