3.738 Prodi PTN dan PTS Tak Terakreditasi

Senin, 12 Januari 2015 - 17:20 WIB
3.738 Prodi PTN dan...
3.738 Prodi PTN dan PTS Tak Terakreditasi
A A A
JAKARTA - Sebanyak 3.738 program studi (prodi) di perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta (PTS) belum terakreditasi. Bahkan, 546 diantaranya tidak terakreditasi sehingga harus ditutup.

Kepala Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Mansyur Ramli mengatakan, jumlah total pogram studi di Indonesia ada 22.306 prodi. Namun yang sudah terakreditasi oleh BAN-PT hingga Desember 2014 ini hanya sebanyak 18.568 prodi. Hal ini berarti ada selisih 3.738 prodi yang belum terakreditasi di PTN dan PTS.

"Maka kami tahun 2015 ini tugasnya untuk mengakreditasi 3.738 prodi di kampus negeri dan swasta itu," kata Mansyur ketika ditemui wartawan di Kantor BAN-PT, Jakarta, Senin (12/1/2015).

Mantan Kabalitbang Kemendikbud ini menjelaskan, kebanyakan prodi yang belum terakreditasi ini merupakan prodi yang baru beroperasi. Seperti misalnya PTN-PTN di kawasan terluar, terpencil dan tertinggal (3T) yang baru saja didirikan pemerintah itu banyak yang belum terakreditasi meski PTN tersebut sudah memiliki izin untuk mengeluarkan ijazah.

Masih ribuan prodi yang belum terakreditasi ini terjadi karena kampusnya sudah mengajukan kemungkinan masih dalam antrean. Maklum, ujarnya, anggaran BAN-PT untuk melakukan proses akreditasi sangat kecil.

Dia menyebut anggaran yang diterima rata-rata Rp150 miliar, sementara pada tahun lalu saja mereka hanya sanggup mengakreditasi 60 perguruan tinggi. Mansyur menjelaskan, dari 3.738 prodi yang belum terakreditasi ada 546 prodi yang tidak terakreditasi.

Ironisnya, 483 prodi tidak terakreditasi berada di kampus negeri. Menurut UU Pendidikan Tinggi Nomor 12/2012, prodi yang tidak terakreditasi itu semestinya ditutup. Maka dari itu, ujarnya, masyarakat harus waspada dan bertanya terlebih dulu akreditasi kampus sebelum berkuliah di kampus yang dituju.

"Prodi yang tidak terakreditasi tidak boleh menerima mahasiswa. Jika mereka masih ingin meneruskan prodi tersebut harus mengurus izin yang baru. Jika tidak mereka ilegal mengadakan perkuliahan," tegasnya.

Berdasarkan data di laman http://ban-pt.kemdiknas.go.id/direktori.php status akreditasi yang kedaluarsa menyebar di semua kampus negeri dan swasta.‎ Misalnya di IPDN Jatinangor untuk prodi Manajemen Pembangunan akreditasinya sudah kadaluarsa‎.

Berikutnya di IPB sembilan prodi diantaranya Manajemen Agribisnis dan Perencanaan dan Pengendalian Produksi Manufaktur/Jasa, ISI Denpasar (Seni Pedalangan dan Seni Rupa) dan ISI Surakarta (Penciptaan Seni‎).

Sementara di kampus swasta diantaranya di AMIK BSI Bekasi (Komputerisasi Akuntansi dan Manajemen Informatika), Akademi Perbankan Yayasan UKI (Keuangan Perbankan) dan Akademi Sekretaris LPK Tarakanita (Sekretaris).
(kri)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
1 jam yang lalu
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
2 jam yang lalu
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
3 jam yang lalu
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
4 jam yang lalu
Lowongan Sekolah Rakyat...
Lowongan Sekolah Rakyat 2026 untuk 5.127 PPPK Tendik, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya
5 jam yang lalu
Tiga Lulusan Kedokteran...
Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya
7 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved