UN Online Dinilai Lebih Efektif Dibanding Sistem Kertas
Senin, 13 April 2015 - 12:55 WIB
UN Online Dinilai Lebih Efektif Dibanding Sistem Kertas
A
A
A
JAKARTA - Kepala Sekolah SMAN 78 Jakarta Rita Hastuti menyatakan, pengerjaan soal Ujian Nasional (UN) menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) jauh lebih efektif dari pengerjaan dengan sistem Paper Based Test (PBT).
Rita memaparkan, dengan sistem CBT hasil pengerjaan soal yang telah dilakukan oleh siswa akan langsung masuk ke dalam server milik Dinas Pendidikan yang telah terkoneksi dengan internet. Sehingga, hasil dan keakuratan nilai UN, terjamin.
"Hasilnya langsung masuk server Dinas Pendidikan. Selain itu, siswa tidak perlu khawatir jika ada kerusakan pada pensil dan alat scan kertasnya. Saya kira lebih efektif daripada ujian yang berbasis kertas," kata Rita saat ditemui Sindonews, di SMAN 78 Jakarta, Kemanggisan, Jakarta Barat, Senin (13/4/2015).
Meski UN dengan sistem CBT dilaksanakan dalam tiga sesi, Rita yakin, tingkat kebocoran soal lebih rendah daripada UN menggunakan sistem PBT. Potensi kebocoran soal, lanjut dua, telah diantisipasi dengan memberikan paket soal yang berbeda kepada para siswa.
"Celahnya kebocoran gimana? Siswa ambil tokennya pagi pukul 07.30 WIB. Peluang kebocoran lebih kecil dari PBT. Mata pelajarannya sama. Paketnya belum tentu sama. Kehawatiran kebocoran, itu tidak mungkin," ucap Rita.
Rita melanjutkan, pada sesi pertama UN di SMAN 78 Jakarta, tidak ada kesulitan berarti yang dihadapi oleh anak didiknya. Diakui Rita, seluruh siswa telah mengikuti sesi tryout mengerjakan soal UN menggunakan media komputer.
Meski siswanya baru pertama kali mengerjakan UN dengan sistem CBT, Rita optimis, target nilai yang ingin dicapai SMAN 78 Jakarta akan tercapai.
"Semuanya sudah kita kondisikan, infrastruktur diperbaiki, layak, sehingga anak-anak nyaman. Kalau dari segi kualitas nilai, tahun lalu kita peringkat 6. Tahun ini kita ingin capai peringkat 4 di Jakarta dan menembus di Nasional," katanya.
Rita pun berpesan kepada seluruh anak didiknya untuk memanfaatkan waktu yang tersedia, seoptimal mungkin, agar UN dapat dilewati dengan sukses.
"Adik-adik yang sedang ujian baik yang manual maupun pakai komputer, semua harus disiapkan dengam baik. Kerja keras fokus dalam mengerjakan. Jangan lupa berdoa," pungkasnya.
Rita memaparkan, dengan sistem CBT hasil pengerjaan soal yang telah dilakukan oleh siswa akan langsung masuk ke dalam server milik Dinas Pendidikan yang telah terkoneksi dengan internet. Sehingga, hasil dan keakuratan nilai UN, terjamin.
"Hasilnya langsung masuk server Dinas Pendidikan. Selain itu, siswa tidak perlu khawatir jika ada kerusakan pada pensil dan alat scan kertasnya. Saya kira lebih efektif daripada ujian yang berbasis kertas," kata Rita saat ditemui Sindonews, di SMAN 78 Jakarta, Kemanggisan, Jakarta Barat, Senin (13/4/2015).
Meski UN dengan sistem CBT dilaksanakan dalam tiga sesi, Rita yakin, tingkat kebocoran soal lebih rendah daripada UN menggunakan sistem PBT. Potensi kebocoran soal, lanjut dua, telah diantisipasi dengan memberikan paket soal yang berbeda kepada para siswa.
"Celahnya kebocoran gimana? Siswa ambil tokennya pagi pukul 07.30 WIB. Peluang kebocoran lebih kecil dari PBT. Mata pelajarannya sama. Paketnya belum tentu sama. Kehawatiran kebocoran, itu tidak mungkin," ucap Rita.
Rita melanjutkan, pada sesi pertama UN di SMAN 78 Jakarta, tidak ada kesulitan berarti yang dihadapi oleh anak didiknya. Diakui Rita, seluruh siswa telah mengikuti sesi tryout mengerjakan soal UN menggunakan media komputer.
Meski siswanya baru pertama kali mengerjakan UN dengan sistem CBT, Rita optimis, target nilai yang ingin dicapai SMAN 78 Jakarta akan tercapai.
"Semuanya sudah kita kondisikan, infrastruktur diperbaiki, layak, sehingga anak-anak nyaman. Kalau dari segi kualitas nilai, tahun lalu kita peringkat 6. Tahun ini kita ingin capai peringkat 4 di Jakarta dan menembus di Nasional," katanya.
Rita pun berpesan kepada seluruh anak didiknya untuk memanfaatkan waktu yang tersedia, seoptimal mungkin, agar UN dapat dilewati dengan sukses.
"Adik-adik yang sedang ujian baik yang manual maupun pakai komputer, semua harus disiapkan dengam baik. Kerja keras fokus dalam mengerjakan. Jangan lupa berdoa," pungkasnya.
(maf)