Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Mundur dari Organisasi Penggerak
Rabu, 22 Juli 2020 - 14:34 WIB
Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah menyatakan mundur dari keikutsertaannya di Organisasi Penggerak yang diluncurkan Kemendikbud. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP Muhammadiyah menyatakan mundur dari keikutsertaannya di Organisasi Penggerak yang diluncurkan Kemendikbud. Ada tiga pertimbangan yang menjadikan mundurnya Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah tersebut.
Dalam surat pernyataan sikap yang diterima SINDOnews, surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Kasiyarno dan Sekretaris Maulana Ishak pada 20 Juli.
Ketika dikonfirmasi Kasiyarno membenarkan surat pernyataan sikap tersebut. "Iya betul mba," katanya ketika dihubungi SINDOnews, Rabu (22/7). (Baca juga: Kemendikbud Jamin Transparansi pada Seleksi Organisasi Penggerak )
Dia menjelaskan, sebenarnya Muhammadiyah memandang program ini sangat bagus dan kreatif. Apalagi pendidikan ini merupakan masalah yang harus diseriusi dan dipecahkan masalahnya dari segi SDM baik kepala sekolah maupun gurunya. Sehingga pengembangan SDM ini pun akan berdampak pada kualitas output dan outcome pendidikan di Indonesia.
"Sehingga itu motif Muhammadiyah berpartisipasi dalam program ini dan itu menjadi core Muhammadiyah yang lebih dari satu abad sehingga kami serius mengajukan proposal itu dan diterima," katanya.
Dari keterangan tertulis surat pernyataan sikap Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah menjelaskan, setelah mengikuti proses seleksi dalam Program Organisasi Penggerak Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud RI, dan mempertimbangkan beberapa hal maka dengan ini Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah menyatakan mundur dari keikutsertaan program tersebut, dengan tiga pertimbangan. (Baca juga: Tak Miliki HP dan Internet, Siswa SD di Sikka Minta Bantu Presiden )
Dalam surat pernyataan sikap yang diterima SINDOnews, surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Kasiyarno dan Sekretaris Maulana Ishak pada 20 Juli.
Ketika dikonfirmasi Kasiyarno membenarkan surat pernyataan sikap tersebut. "Iya betul mba," katanya ketika dihubungi SINDOnews, Rabu (22/7). (Baca juga: Kemendikbud Jamin Transparansi pada Seleksi Organisasi Penggerak )
Dia menjelaskan, sebenarnya Muhammadiyah memandang program ini sangat bagus dan kreatif. Apalagi pendidikan ini merupakan masalah yang harus diseriusi dan dipecahkan masalahnya dari segi SDM baik kepala sekolah maupun gurunya. Sehingga pengembangan SDM ini pun akan berdampak pada kualitas output dan outcome pendidikan di Indonesia.
"Sehingga itu motif Muhammadiyah berpartisipasi dalam program ini dan itu menjadi core Muhammadiyah yang lebih dari satu abad sehingga kami serius mengajukan proposal itu dan diterima," katanya.
Dari keterangan tertulis surat pernyataan sikap Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah menjelaskan, setelah mengikuti proses seleksi dalam Program Organisasi Penggerak Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud RI, dan mempertimbangkan beberapa hal maka dengan ini Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah menyatakan mundur dari keikutsertaan program tersebut, dengan tiga pertimbangan. (Baca juga: Tak Miliki HP dan Internet, Siswa SD di Sikka Minta Bantu Presiden )
Lihat Juga :