Peduli Mahasiswa Terdampak Covid-19, Undip Terapkan Kebijakan Ini
Senin, 27 Juli 2020 - 20:31 WIB
Pemberian bantuan sembako bukan saja dari anggaran universitas, tapi juga dihimpun dari dukungan dosen dan tenaga pendidikan yang merelakan sebagian pendapatannya untuk membantu mahasiswa yang menghadapi kesulitan akibat wabah corona. Para alumni dan mitra Undip juga memberikan bantuan kepada mahasiswa secara langsung.
Semua itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen Undip kepada para mahasiswa yang terdampak pandemi Covid-19 yang juga mempercepat perubahan dan revolusi budaya. Prof Yos menyebutkan bahwa revolusi budaya komunikasi juga telah merambah dunia pendidikan. "Masuknya situs Ruang Guru, belanja online, dan dokter online sangat mendobrak ruang budaya belajar serta belanja masyarakat Indonesia," katanya. (Baca juga: Cerita Mahasiswa Undip Asal Papua yang 4 Tahun Tak Pulang Kampung ).
Menghadapi fenomena itu, lanjut dia, universitas harus waspada terhadap gejala pola perkuliahan yang akan sangat cepat bergeser ke dunia maya atau daring. Pergeseran itu, diakuinya sangat mungkin akan berpengaruh pada pendapatan yang didapat dari mahasiswanya. Belum bisa diprediksi, apakah perubahan itu akan membuat pendapatan universitas dari mahasiswa turun drastis atau sebaliknya.
Karena itu, pihaknya mengajak semua pihak untuk bisa memahami ketidakpastian dan segala perubahan yang ada dengan mengembangkan manajemen perubahan yang futuristik. "Bisa menghitung risiko manajemen jika apa yang diperkirakan benar-benar terjadi secara nyata," pungkasnya.
Semua itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen Undip kepada para mahasiswa yang terdampak pandemi Covid-19 yang juga mempercepat perubahan dan revolusi budaya. Prof Yos menyebutkan bahwa revolusi budaya komunikasi juga telah merambah dunia pendidikan. "Masuknya situs Ruang Guru, belanja online, dan dokter online sangat mendobrak ruang budaya belajar serta belanja masyarakat Indonesia," katanya. (Baca juga: Cerita Mahasiswa Undip Asal Papua yang 4 Tahun Tak Pulang Kampung ).
Menghadapi fenomena itu, lanjut dia, universitas harus waspada terhadap gejala pola perkuliahan yang akan sangat cepat bergeser ke dunia maya atau daring. Pergeseran itu, diakuinya sangat mungkin akan berpengaruh pada pendapatan yang didapat dari mahasiswanya. Belum bisa diprediksi, apakah perubahan itu akan membuat pendapatan universitas dari mahasiswa turun drastis atau sebaliknya.
Karena itu, pihaknya mengajak semua pihak untuk bisa memahami ketidakpastian dan segala perubahan yang ada dengan mengembangkan manajemen perubahan yang futuristik. "Bisa menghitung risiko manajemen jika apa yang diperkirakan benar-benar terjadi secara nyata," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :