Kunjungan Berakhir di SMA Muhammadiyah, Nadiem Sebut PJJ Punya 4 Masalah
Kamis, 30 Juli 2020 - 19:15 WIB
Sementara untuk kurikulum, Nadiem mengatakan Kemendikbud dalam waktu dekat akan mengumumkan skema penyederhanaan yang bisa diterapkan dalam kondisi darurat. "Kami sedang merancang apa yang bisa kami lakukan untuk mengatasi masalah kurikulum dan pengadaan kuota, kami mendengar keluhan ini dan meresponsnya," lanjut Nadiem di SMK Ma'arif NU Ciomas.
Menurut Nadiem, model pembelajaran saat ini mengedepankan fleksibilitas. Dengan begitu, sekolah bisa mengatur apa yang cocok untuk kondisi mereka. ”Lakukan yang terbaik untuk anak. Ketika saya melihat intitusi sudah melakukan yang terbaik untuk anak, saya menghargai kreativitas tersebut," kata Nadiem di SMA Regina Pacis, Bogor.
(Baca: Nadiem Sudah Minta Maaf, Muhaimin Minta Muhammadiyah-NU Merespons)
Menurut Nadiem, ada masukan agar Kemendikbud menetapkan satu aplikasi yang sama untuk digunakan secara massal oleh sekolah dalam PJJ. Namun dia lebih berpikir untuk memberikan keleluasaan sesuai dengan konsep merdeka belajar. "Banyak platform yang bisa menjadi pilihan, kami beri kemerdekaan guru untuk menentukan yang terbaik," ucapnya.
Di Bogor, Nadiem meninjau SDN Polisi 1, SMA Regina Pacis, SMP Al Ghazaly, SMK Ma'arif NU Ciomas, dan mengakhirinya kunjungannya di SMA Muhammadiyah. Hadir mendampingi kunjungan Mendikbud yaitu Walikota Bogor Bima Arya, Sekretaris Ditjen Paudikdasmen Sutanto, Direktur SD Kemendikbud Sri Wahyuningsih, Direktur SMP Kemendikbud Mulyatsyah, dan Direktur SMA Kemendikbud Purwadi Sutanto.
Menurut Nadiem, model pembelajaran saat ini mengedepankan fleksibilitas. Dengan begitu, sekolah bisa mengatur apa yang cocok untuk kondisi mereka. ”Lakukan yang terbaik untuk anak. Ketika saya melihat intitusi sudah melakukan yang terbaik untuk anak, saya menghargai kreativitas tersebut," kata Nadiem di SMA Regina Pacis, Bogor.
(Baca: Nadiem Sudah Minta Maaf, Muhaimin Minta Muhammadiyah-NU Merespons)
Menurut Nadiem, ada masukan agar Kemendikbud menetapkan satu aplikasi yang sama untuk digunakan secara massal oleh sekolah dalam PJJ. Namun dia lebih berpikir untuk memberikan keleluasaan sesuai dengan konsep merdeka belajar. "Banyak platform yang bisa menjadi pilihan, kami beri kemerdekaan guru untuk menentukan yang terbaik," ucapnya.
Di Bogor, Nadiem meninjau SDN Polisi 1, SMA Regina Pacis, SMP Al Ghazaly, SMK Ma'arif NU Ciomas, dan mengakhirinya kunjungannya di SMA Muhammadiyah. Hadir mendampingi kunjungan Mendikbud yaitu Walikota Bogor Bima Arya, Sekretaris Ditjen Paudikdasmen Sutanto, Direktur SD Kemendikbud Sri Wahyuningsih, Direktur SMP Kemendikbud Mulyatsyah, dan Direktur SMA Kemendikbud Purwadi Sutanto.
(muh)
Lihat Juga :