Cikal Bakal Munculnya Akreditasi Perguruan Tinggi di Indonesia, Ini Sejarahnya

Selasa, 29 Agustus 2023 - 10:58 WIB
9. Memasuki tahun 1999, BAN-PT kemudian memperluas cakupan akreditasi sampai ke jenjang Magister. Cakupannya kembali meluas di tahun 2001, di mana BAN-PT melakukan akreditasi untuk jenjang Doktor (S3).

10. Perluasan akreditasi kembali dilakukan BAN-PT ke Universitas Terbuka (UT) dan jarak jauh di tahun 2006. Sehingga diharapkan seluruh kegiatan pendidikan tinggi di tanah air memenuhi kriteria yang ditetapkan sebagai jaminan layanan pendidikan yang disediakan memiliki mutu yang baik.

11. Saat ini standar penilaian akreditasi sesuai pengertian akreditasi yang dijelaskan di awal mengalami perubahan. Sekarang kriteria penilaian tidak lagi berjumlah 14 poin melainkan 8 poin dan berlaku sampai saat ini.

Baca juga: Era Baru Akreditasi

Kriteria Penilaian Dalam Proses Akreditasi

Dalam menentukan apakah suatu kampus memperoleh akreditasi A atau B atau malah C, pihak BAN-PT tentu membutuhkan kriteria penilaian, setiap poin kriteria menghasilkan angka yang nanti dijumlahkah.

Total angka ini kemudian dibuat menjadi huruf tadi. Adapun kriteria penilaian dari akreditasi untuk ruang lingkup perguruan tinggi adalah sebagai berikut:

1. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pencapaian



Setiap penyelenggara pendidikan diwajibkan memiliki susunan rencana untuk ikut berkontribusi menjaga dan mengembangkan mutu pendidikan tinggi nasional.

Maka pihak mereka memiliki kewajiban untuk menyusun visi, misi, dan tujuan. Kemudian menetapkan sasaran, dan disusul dengan menyusun strategi pencapaian. Yakni strategi yang membantu kampus mewujudkan visi, misi, dan tujuan tadi.

2. Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan Mutu



Setiap kampus wajib memiliki tata kelola SDM dan sistem yang baik dalam menyelenggarakan pendidikan. Tata kelola SDM, termasuk pengangkatan pimpinan kampus (rektor) dan jabatan struktural lainnya adalah dengan melihat kualitas SDM tersebut. Kemudian kampus juga wajib memiliki sistem pengelolaan yang baik. Misalnya sistem data mahasiswa yang sudah online dan realtime.

3. Mahasiswa dan Lulusan



Prestasi akademik mahasiswa di sebuah perguruan tinggi ikut berkontribusi dalam meningkatkan nilai akreditasi. Kampus yang mampu mengirimkan perwakilan dari kalangan mahasiswa di ajang lomba akademik nasional dan internasional dan meraih juara. Tentu menjadi bukti kampus tersebut mampu menyelenggarakan pendidikan dengan baik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!