Hari Ini, UNY Anugerahkan Doktor Honoris Causa kepada Kepala BKKBN Hasto Wardoyo
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 06:10 WIB
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo. Foto/Dok/SINDOnews
YOGYAKARTA - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memberikan gelar Doktor Honoris Causa (HC) bidang Teknologi dan Pemberdayaan Masyarakat Vokasional kepada Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo. Gelar tersebut rencananya diberikan di Auditorium UNY, Sabtu (1/8/2020).
Promotor pengusul doktor honoris causa Hasto Wardoyo, Prof. Mohammad Bruri Triyono mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan memberikan anugerah gelar doktor HC kepada Hasto Wardoyo selaku Kepala BKKBN . Terutama peran nyata dalam menyinergikan bidang akademik vokasional dan pemberdayaan masyarkat saat menjabat sebagai Bupati Kulon Progo selama dua periode (2011-2019). (Baca juga: Hasil Rapid Test Reaktif, Tinggal 303 Peserta Belum Ikut UTBK )
“Promovendus menggerakan masyarakat dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sebagai dorongan ideologis. Terutama dalam bidang vokasional serta kemampuan kreativitas dan inovasi,” jelasnya, Jumat (31/7/2020).
Di antaranya dengan memfokuskan hal mikro, memulai dari industri rumahan, mencanangkan swasembada kebutuhan beras guna terpenuhinya kebutuhan sehari-hari masyarakat serta menautkan kebijakan itu ke ranah pendidikan vokasi dan mengembangkan karier lulusannya berbasis kompetensi.
Promotor pengusul doktor honoris causa Hasto Wardoyo, Prof. Mohammad Bruri Triyono mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan memberikan anugerah gelar doktor HC kepada Hasto Wardoyo selaku Kepala BKKBN . Terutama peran nyata dalam menyinergikan bidang akademik vokasional dan pemberdayaan masyarkat saat menjabat sebagai Bupati Kulon Progo selama dua periode (2011-2019). (Baca juga: Hasil Rapid Test Reaktif, Tinggal 303 Peserta Belum Ikut UTBK )
“Promovendus menggerakan masyarakat dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sebagai dorongan ideologis. Terutama dalam bidang vokasional serta kemampuan kreativitas dan inovasi,” jelasnya, Jumat (31/7/2020).
Di antaranya dengan memfokuskan hal mikro, memulai dari industri rumahan, mencanangkan swasembada kebutuhan beras guna terpenuhinya kebutuhan sehari-hari masyarakat serta menautkan kebijakan itu ke ranah pendidikan vokasi dan mengembangkan karier lulusannya berbasis kompetensi.
Lihat Juga :