Raih Gelar Doktor Kehormatan di Untar, Komjen Pol. Suyudi Pertegas Strategi Lawan Narkoba
Sabtu, 31 Januari 2026 - 19:21 WIB
loading...
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto Raih Gelar Doktor Honoris Causa dari Univerasitas Tarumanegara, Sabtu (31/1/2026)
A
A
A
JAKARTA - Komitmen kuat pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia yang unggul, sehat, dan berdaya saing melalui Asta Cita, khususnya dalam agenda pemberantasan narkoba sebagai bagian dari reformasi sistem hukum dan penguatan keamanan nasional, terus mendapat penguatan dari berbagai elemen bangsa. Salah satunya tercermin dalam orasi Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, saat penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa (Dr. H.C.) oleh Universitas Tarumanegara (Untar).
Penganugerahan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di Auditorium Gedung M Lantai 8, Kampus I Universitas Tarumanegara, Jakarta. Gelar kehormatan ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, kepemimpinan, serta kontribusi pemikiran strategis Kepala BNN RI dalam memandang narkoba sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional dan masa depan Indonesia dari perspektif ilmu hukum.
Dalam kesempatan tersebut, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menyampaikan orasi ilmiah bertema “Narkoba, Keamanan Nasional, dan Masa Depan Indonesia: Perspektif Ilmu Hukum.” Ia menegaskan bahwa isu narkoba memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan stabilitas keamanan negara dan keberhasilan pembangunan nasional.
“Ketika kita melihat begitu pekatnya hubungan antara permasalahan narkoba dan keamanan negara, maka urgensi penanganan narkoba turut menentukan berhasil atau tidaknya bangsa ini dalam menggapai Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Pemerintah Republik Indonesia telah memastikan pemberantasan narkoba sebagai agenda nasional yang sangat krusial, mengingat peredaran gelap narkotika telah menjadi ancaman nyata terhadap kesehatan masyarakat, ketahanan sosial, perekonomian, keamanan, hingga kedaulatan bangsa. Dengan jumlah penduduk yang besar serta posisi geografis yang strategis, Indonesia kerap menjadi sasaran jaringan narkoba internasional.
Penganugerahan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di Auditorium Gedung M Lantai 8, Kampus I Universitas Tarumanegara, Jakarta. Gelar kehormatan ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, kepemimpinan, serta kontribusi pemikiran strategis Kepala BNN RI dalam memandang narkoba sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional dan masa depan Indonesia dari perspektif ilmu hukum.
Dalam kesempatan tersebut, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menyampaikan orasi ilmiah bertema “Narkoba, Keamanan Nasional, dan Masa Depan Indonesia: Perspektif Ilmu Hukum.” Ia menegaskan bahwa isu narkoba memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan stabilitas keamanan negara dan keberhasilan pembangunan nasional.
“Ketika kita melihat begitu pekatnya hubungan antara permasalahan narkoba dan keamanan negara, maka urgensi penanganan narkoba turut menentukan berhasil atau tidaknya bangsa ini dalam menggapai Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Pemerintah Republik Indonesia telah memastikan pemberantasan narkoba sebagai agenda nasional yang sangat krusial, mengingat peredaran gelap narkotika telah menjadi ancaman nyata terhadap kesehatan masyarakat, ketahanan sosial, perekonomian, keamanan, hingga kedaulatan bangsa. Dengan jumlah penduduk yang besar serta posisi geografis yang strategis, Indonesia kerap menjadi sasaran jaringan narkoba internasional.
Lihat Juga :