Kokohkan Moderasi Beragama, UIN Jakarta Gelar Studium General dengan Peneliti Internasional
Kamis, 14 September 2023 - 17:06 WIB
Sebagai lulusan yang memiliki fokus pada jaringan aktor Islam dalam pembentukan Islamisasi di Kawasan Asia, pembicara kunci ini membawa beragam pengalaman dan pengetahuan yang diperkaya dengan budaya dan sejarah antara Jepang dan Indonesia, yang merangsang diskusi tentang bagaimana Islam memandang dan mendorong moderasi beragama dalam konteks global.
Selain keynote speaker internasional, pembicara tuan rumah dari Program Studi Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta, Wahyu Prasteyawan juga sebagai peneliti senior yang memiliki interest dalam Politik Lokal di Kawasan Asia Tenggara, dalam hal ini telah memberikan pandangan-pandangan yang menarik.
Dia membahas permasalahan-permasalahan utama yang menghambat moderasi beragama dalam skala global, yang salah satunya kunci penghambatnya adalah Politik Identitas.
Baca juga: 8 Kampus dengan Kuota Prodi Kedokteran Terbanyak di SNBT 2023, Siapa yang Paling Ketat?
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan III Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta, Dr. Muhtadi. Dalam sambutannya, dia menyatakan bahwa Moderasi beragama adalah sebuah konsep yang relevan dan penting dalam menghadapi perubahan zaman, terutama menghadapi dinamika kebangsaan yang terjadi.
"Kami berharap bahwa acara ini akan menjadi platform yang berharga untuk pertukaran ide dan pandangan tentang bagaimana kita dapat mempromosikan moderasi beragama dalam konteks global, terlebih moderasi beragama menjadi pilar tengah untuk menyatukan serta memperkuat sandi-sandi toleransi dan memperkuat pondasi keagamaan di tengah dinamika kebangsaan saat ini.” tuturnya, melalui siaran pers, Kamis (14/9/2023).
Dia menekankan Moderasi Beragama merupakan tema yang krusial, bahwa perbedaan adalah hal yang penting untuk dikelola dengan baik. Dengan adanya perbedaan, Moderasi dihadirkan sebagai stase untuk menghindari letupan-letupan sosial yang bisa terjadi dalam masyarakat berbangsa dan bernegara.
Selain keynote speaker internasional, pembicara tuan rumah dari Program Studi Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta, Wahyu Prasteyawan juga sebagai peneliti senior yang memiliki interest dalam Politik Lokal di Kawasan Asia Tenggara, dalam hal ini telah memberikan pandangan-pandangan yang menarik.
Dia membahas permasalahan-permasalahan utama yang menghambat moderasi beragama dalam skala global, yang salah satunya kunci penghambatnya adalah Politik Identitas.
Baca juga: 8 Kampus dengan Kuota Prodi Kedokteran Terbanyak di SNBT 2023, Siapa yang Paling Ketat?
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan III Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta, Dr. Muhtadi. Dalam sambutannya, dia menyatakan bahwa Moderasi beragama adalah sebuah konsep yang relevan dan penting dalam menghadapi perubahan zaman, terutama menghadapi dinamika kebangsaan yang terjadi.
"Kami berharap bahwa acara ini akan menjadi platform yang berharga untuk pertukaran ide dan pandangan tentang bagaimana kita dapat mempromosikan moderasi beragama dalam konteks global, terlebih moderasi beragama menjadi pilar tengah untuk menyatukan serta memperkuat sandi-sandi toleransi dan memperkuat pondasi keagamaan di tengah dinamika kebangsaan saat ini.” tuturnya, melalui siaran pers, Kamis (14/9/2023).
Dia menekankan Moderasi Beragama merupakan tema yang krusial, bahwa perbedaan adalah hal yang penting untuk dikelola dengan baik. Dengan adanya perbedaan, Moderasi dihadirkan sebagai stase untuk menghindari letupan-letupan sosial yang bisa terjadi dalam masyarakat berbangsa dan bernegara.
Lihat Juga :