Bagaimana Tradisi Arak-arakan Wisuda Muncul?
Rabu, 08 November 2023 - 06:45 WIB
Di dunia pendidikan, arak-arakan juga lazim dilakukan ketika wisuda. Meskipun demikian, tidak ada yang bisa memastikan kapan tradisi arak-arakan wisuda ini muncul pertama kali. Mengutip laman Medium, kampus yang sudah lama memiliki tradisi arak-arakan wisuda adalah ITB (Institut Teknologi Bandung).
Tradisi tersebut telah ada sejak tahun 1984, bahkan sebelumnya. Disebutkan bahwa tradisi arak-arakan di kampus-kampus Indonesia sangat khas dan tidak ditemukan di luar negeri. Arak-arakan menjadi ajang apresiasi wisudawan dan bentuk merayakan kelulusan.
Baca juga: Daftar Wisudawan dengan IPK Tertinggi dan Lulusan Termuda ITB di Wisuda Oktober 2023
Kampus lain yang juga melakukan arak-arakan adalah ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Laman resmi ITS menyebut, arak-arakan wisuda di ITS dilakukan seusai serangkaian proses wisuda di Graha Sepuluh Nopember. Para wisudawan akan dijemput oleh pihak himpunan untuk kemudian diarak ke gedung departemen masing-masing. Bukan dengan berjalan kaki, arak-arakan wisuda dilakukan dengan konvoi truk militer, motor, dan odong-odong.
Pihak himpunan menekankan bahwa arak-arakan adalah sebuah simbol dari persatuan mahasiswa dan seluruh komunitas kampus. Tradisi arak-arakan juga diharapkan menjadi pengingat seluruh perjalanan selama menjadi mahasiswa. Sehingga, sangat diharapkan bila para wisudawan mampu menghadapi tantangan di masa depan dengan keyakinan yang kuat.
Tradisi tersebut telah ada sejak tahun 1984, bahkan sebelumnya. Disebutkan bahwa tradisi arak-arakan di kampus-kampus Indonesia sangat khas dan tidak ditemukan di luar negeri. Arak-arakan menjadi ajang apresiasi wisudawan dan bentuk merayakan kelulusan.
Baca juga: Daftar Wisudawan dengan IPK Tertinggi dan Lulusan Termuda ITB di Wisuda Oktober 2023
Kampus lain yang juga melakukan arak-arakan adalah ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Laman resmi ITS menyebut, arak-arakan wisuda di ITS dilakukan seusai serangkaian proses wisuda di Graha Sepuluh Nopember. Para wisudawan akan dijemput oleh pihak himpunan untuk kemudian diarak ke gedung departemen masing-masing. Bukan dengan berjalan kaki, arak-arakan wisuda dilakukan dengan konvoi truk militer, motor, dan odong-odong.
Pihak himpunan menekankan bahwa arak-arakan adalah sebuah simbol dari persatuan mahasiswa dan seluruh komunitas kampus. Tradisi arak-arakan juga diharapkan menjadi pengingat seluruh perjalanan selama menjadi mahasiswa. Sehingga, sangat diharapkan bila para wisudawan mampu menghadapi tantangan di masa depan dengan keyakinan yang kuat.
(nnz)
Lihat Juga :