Kemendikbud Alokasikan Rp405 Miliar untuk Penanganan Covid-19

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 21:13 WIB
"Selain kebutuhan tenaga manusia, penanganan Covid-19 juga memerlukan alat termutakhir guna mempercepat proses identifikasi penyebaran virus. Sebelumnya, pemeriksaan swab hanya mampu mengidentifikasi 5.000 spesimen per-hari. Dalam bantuan ini, Ditjen Dikti berhasil menyediakan 22 alat Polymerase Chain Reaction (PCR). Nantinya, hasil tes swab akan mampu mendeteksi 11.000 spesimen per hari," jelasnya melalui siaran pers, Jumat (7/8/2020).

Melalui gerakan gotong royong ini, Ditjen Dikti menggandeng berbagai stakeholders di perguruan tinggi dan institusi kesehatan untuk melawan Covid-19. Hingga saat ini tercatat beberapa institusi kesehatan dari perguruan tinggi sebanyak 15 Rumah Sakit Pendidikan/Rumah Sakit Akademik PTN, 10 Rumah Sakit Gigi dan Mulut PTN, 25 Fakultas Kedokteran PTN, dan 8 Fakultas Kedokteran PTS.

Selain itu, Ditjen Dikti turut berkolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di 8 daerah dan 169 Rumah Sakit yang terdiri dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Rumah Sakit Umum Pusat, dan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Swasta. “Kami menyampaikan apresiasi kepada Bapak, Ibu, dan para relawan yang berada di garda terdepan penanganan Covid-19. Semoga dengan bantuan ini mampu mengurangi angka penderita wabah Covid-19," ucap Paris.neneng zubaidah
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!