Teknik Informatika Ubaya Gelar IT Preneur Festival 2020
Rabu, 12 Agustus 2020 - 08:00 WIB
Peresmian kegiatan IT Preneur Festival 2020 ini dihadiri oleh tiga narasumber sebagai pembicara. Tiga narasumber yang hadir yaitu Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Kurniawan Harry P, Ketua Apvokasi Jawa Timur Dr. Ir. Jamhadi dan Rektor Universitas Surabaya (Ubaya), Ir. Benny Lianto.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kurniawan Harry mengungkapkan, jika revolusi industri 4.0 sudah merambah di setiap kehidupan manusia. Industri diharapkan semakin efisien. Namun, ada risiko SDM diganti mesin atau robot. Hal ini disebabkan karena teknologi 4.0 menerapkan teknologi cerdas berbasis TI (Teknologi Informasi) yang mempengaruhi pelbagai bidang kehidupan manusia. Berdasarkan data BPS Jatim pada Triwulan II tahun 2020, Jatim merupakan peringkat dua penyumbang perekonomian terbesar di Pulau Jawa dengan kontribusi 24,93 persen.
"Pertumbuhan ekonomi terbesar Jatim adalah pada bidang informasi dan komunikasi. Artinya, Jatim siap menyongsong era 4.0. Bidang ini menyumbang 10,39 persen, berkontribusi terbesar. Disusul oleh jasa kesehatan dan kegiatan sosial serta ketiga baru pertanian. Ini juga berarti peluang kerja pada bidang TI masih terbuka luas,” papar Kurniawan Harry.
Selain itu, Kurniawan Harry menyebutkan bahwa di Jatim pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sangat besar. TI bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan UMKM. Melalui TI maka proses produksi, promosi, serta distribusi dapat dipercepat dan dibuat seefisien mungkin.
“Saya mengapresiasi kepada Ubaya dan Apvokasi Jatim yang menggelar IT Preneur Festival 2020 dalam menyongsong era new normal. Semoga upaya ini berdampak positif terhadap masyarakat Jatim khususnya pelajar,” terangnya.
Disamping itu, Ubaya juga turut menggandeng Apvokasi Jatim dalam kegiatan IT Preneur Festival 2020. Salah satu misinya yaitu menjadi stimulus dan pendorong tumbuhnya wirausaha baru yang berkualitas di Jawa Timur. Apvokasi Jatim memiliki Productivity Center dan Research Center di bidang Advance Preneur. Hal tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun para pelajar agar tumbuh banyak wirausaha muda yang mampu mengoptimalkan teknologi informasi.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kurniawan Harry mengungkapkan, jika revolusi industri 4.0 sudah merambah di setiap kehidupan manusia. Industri diharapkan semakin efisien. Namun, ada risiko SDM diganti mesin atau robot. Hal ini disebabkan karena teknologi 4.0 menerapkan teknologi cerdas berbasis TI (Teknologi Informasi) yang mempengaruhi pelbagai bidang kehidupan manusia. Berdasarkan data BPS Jatim pada Triwulan II tahun 2020, Jatim merupakan peringkat dua penyumbang perekonomian terbesar di Pulau Jawa dengan kontribusi 24,93 persen.
"Pertumbuhan ekonomi terbesar Jatim adalah pada bidang informasi dan komunikasi. Artinya, Jatim siap menyongsong era 4.0. Bidang ini menyumbang 10,39 persen, berkontribusi terbesar. Disusul oleh jasa kesehatan dan kegiatan sosial serta ketiga baru pertanian. Ini juga berarti peluang kerja pada bidang TI masih terbuka luas,” papar Kurniawan Harry.
Selain itu, Kurniawan Harry menyebutkan bahwa di Jatim pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sangat besar. TI bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan UMKM. Melalui TI maka proses produksi, promosi, serta distribusi dapat dipercepat dan dibuat seefisien mungkin.
“Saya mengapresiasi kepada Ubaya dan Apvokasi Jatim yang menggelar IT Preneur Festival 2020 dalam menyongsong era new normal. Semoga upaya ini berdampak positif terhadap masyarakat Jatim khususnya pelajar,” terangnya.
Disamping itu, Ubaya juga turut menggandeng Apvokasi Jatim dalam kegiatan IT Preneur Festival 2020. Salah satu misinya yaitu menjadi stimulus dan pendorong tumbuhnya wirausaha baru yang berkualitas di Jawa Timur. Apvokasi Jatim memiliki Productivity Center dan Research Center di bidang Advance Preneur. Hal tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun para pelajar agar tumbuh banyak wirausaha muda yang mampu mengoptimalkan teknologi informasi.
Lihat Juga :