Rektor Ungkap Kriteria Prestasi untuk Lolos SNBP 2024 di Unair
Jum'at, 09 Februari 2024 - 11:38 WIB
Menurut pakar ekonomi syariah ini, beberapa kriteria yang dapat diajukan sebagai prestasi di SNBP adalah penyelenggara lomba menjadi salah salah satu penilaian.
Rektor yang menjabat sejak 2015 ini menilai, prestasi bertaraf internasional dan nasional akan menjadi nilai plus bagi calon mahasiswa di SNBP. Raihan juara juga menjadi faktor, apakah juara utama atau juara 1 hingga juara 3.
Prof Nasih menegaskan, Unair tidak memiliki kuota khusus untuk SMA/MA dan SMK terbaik untuk dapat lolos pada seleksi perguruan tinggi. Ia melanjutkan, semuanya akan melalui seleksi yang sama melalui prestasi dan keunggulan dari calon mahasiswa yang mendaftar.
Baca juga: Ini Jurusan Paling Ketat di Unair untuk Panduan SNBP dan SNBT 2024, Persaingannya Tinggi!
Ia menambahkan, semua sekolah akan melewati proses seleksi yang sama. Setiap tahunnya akan selalu ada perubahan pada jumlah siswa yang diterima di tiap SMA/MA. Hal ini sebagai wujud Unair yang transparan. “Banyaknya siswa yang diterima itu berfaktor pada mekanisme pasar, perubahan akan terus terjadi tidak ada kuota khusus,” kata Prof Nasih.
Rektor yang menjabat sejak 2015 ini menilai, prestasi bertaraf internasional dan nasional akan menjadi nilai plus bagi calon mahasiswa di SNBP. Raihan juara juga menjadi faktor, apakah juara utama atau juara 1 hingga juara 3.
Unair Tidak Menerapkan Kuota Khusus
Prof Nasih menegaskan, Unair tidak memiliki kuota khusus untuk SMA/MA dan SMK terbaik untuk dapat lolos pada seleksi perguruan tinggi. Ia melanjutkan, semuanya akan melalui seleksi yang sama melalui prestasi dan keunggulan dari calon mahasiswa yang mendaftar.
Baca juga: Ini Jurusan Paling Ketat di Unair untuk Panduan SNBP dan SNBT 2024, Persaingannya Tinggi!
Ia menambahkan, semua sekolah akan melewati proses seleksi yang sama. Setiap tahunnya akan selalu ada perubahan pada jumlah siswa yang diterima di tiap SMA/MA. Hal ini sebagai wujud Unair yang transparan. “Banyaknya siswa yang diterima itu berfaktor pada mekanisme pasar, perubahan akan terus terjadi tidak ada kuota khusus,” kata Prof Nasih.
Lihat Juga :