ChatGPT, Virtual Reality, dan Gamification Jadi Tool Baru Dukung Proses Belajar Mengajar Siswa
Sabtu, 24 Februari 2024 - 09:21 WIB
Baca juga: Empat Pilar Literasi Digital Menkominfo Untuk Akselerasi Digital Nasional
Diskusi online bertajuk ”Teknologi untuk Mendukung Proses Belajar dan Mengajar” itu menghadirkan tiga narasumber. Selain Azmy Zen, hadir pula secara online dosen Universitas Udayana Bali Ni Made Ras Amanda, yang membahas materi dari sudut pandang pilar kecakapan dan etika digital. Lalu, ada musisi sekaligus kreator konten Danin Sibilo (pilar budaya digital), yang dipandu oleh moderator Theodora Mayang.
Webinar untuk segmen pendidikan itu melibatkan siswa dan santri dari sekolah menengah umum dan madrasah sebagai peserta. Sepanjang kegiatan, siswa dan santri mengikuti webinar secara nobar. Di antaranya, siswa dan santri dari SMAN 2 dan 3 Dompu, SMPN 1 Pekat, SMAN 2 Kilo, SMPN 1, SMAN 1, dan MTsN Manggelewa.
Dosen Universitas Udayana Bali, Ni Made Ras Amanda mengatakan, dalam proses memanfaatkan banyaknya pilihan aplikasi, siswa dan kaum pembelajar mesti berhati-hati dan selalu waspada beriteraksi di media ruang digital. Sebab, banyak sekali serangan penipuan dan penjahat yang juga terus belajar mencari korban baru.
”Hati-hati dengan jebakan APK yang mendadak menawarkan hadiah jutaan atau undangan palsu, tapi dengan syarat mengklik link yang mereka tawarkan. Bukan dapat ilmu, tapi saldo m-banking kita disedot. Jangan sembarang klik link meski tawarannya menggoda,” kata Ras Amanda, seraya menyebut belum lama ini ada pengusaha di Bali yang ceroboh dan saldonya disedot hingga Rp 1,8 miliar.
Diskusi online bertajuk ”Teknologi untuk Mendukung Proses Belajar dan Mengajar” itu menghadirkan tiga narasumber. Selain Azmy Zen, hadir pula secara online dosen Universitas Udayana Bali Ni Made Ras Amanda, yang membahas materi dari sudut pandang pilar kecakapan dan etika digital. Lalu, ada musisi sekaligus kreator konten Danin Sibilo (pilar budaya digital), yang dipandu oleh moderator Theodora Mayang.
Webinar untuk segmen pendidikan itu melibatkan siswa dan santri dari sekolah menengah umum dan madrasah sebagai peserta. Sepanjang kegiatan, siswa dan santri mengikuti webinar secara nobar. Di antaranya, siswa dan santri dari SMAN 2 dan 3 Dompu, SMPN 1 Pekat, SMAN 2 Kilo, SMPN 1, SMAN 1, dan MTsN Manggelewa.
Dosen Universitas Udayana Bali, Ni Made Ras Amanda mengatakan, dalam proses memanfaatkan banyaknya pilihan aplikasi, siswa dan kaum pembelajar mesti berhati-hati dan selalu waspada beriteraksi di media ruang digital. Sebab, banyak sekali serangan penipuan dan penjahat yang juga terus belajar mencari korban baru.
”Hati-hati dengan jebakan APK yang mendadak menawarkan hadiah jutaan atau undangan palsu, tapi dengan syarat mengklik link yang mereka tawarkan. Bukan dapat ilmu, tapi saldo m-banking kita disedot. Jangan sembarang klik link meski tawarannya menggoda,” kata Ras Amanda, seraya menyebut belum lama ini ada pengusaha di Bali yang ceroboh dan saldonya disedot hingga Rp 1,8 miliar.
Lihat Juga :