Menuju WCU, 17 Rektor PTN Jalani Program Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan
Minggu, 21 April 2024 - 17:54 WIB
“Tantangan perguruan tinggi ini sangat besar sekali, bagaimana sebagai academic leader harus memberikan teladan, juga fungsi memberikan bagaimana perguruan tinggi yang dikelola ini bisa memenuhi apa yang menjadi target utama dalam pengelolaan atau penyelenggaraan tri darma perguruan tinggi," ucap Haris, melalui siaran pers, Minggu (21/4/2024).
Lebih lanjut Ia juga menegaskan, pimpinan perguruan tinggi harus mempunyai strategi untuk memenuhinya, dan bagaimana penyelenggaraan mulai dari pendidikan, riset, dan juga pengabdian masyarakatnya.
Hal itu semua, menurutnya, tidak lepas dari goals yang ingin dicapai, yang pertama terkait reputasi akademik karena menjadi kata kunci tersendiri agar perguruan tinggi yang dipimpin semakin dikenal.
Kemudian, lanjutnya, seorang rektor harus menjadi entrepreneur, harus memiliki skill dan kemampuan berinovasi dan men-generate inovasi yang bisa menghasikan revenue.
"Tantangan ke depan semakin dinamis, pemerintah terus mendorong agar PTN semua bertransformasi menadi PTN BH, dan harapannya dengan PTN BH ini semuanya bisa mendapatkan otonomi dan flexibility, bagaimana terus meningkatkan kemampuannya dalam men-generate resource sebagai bentuk revenue yang goalsnya untuk melaksanakan program-program yang hasilnya tentu tergambar dalam reputasi yang akan diperoleh oleh perguruan tinggi,” ungkap Haris.
Haris berharap kepada para peserta dapat mengikuti perjalanan dari penguatan kapasitas ini dengan serius, dan mengharapkan dapat terciptanya jalinan kerja sama antara SNU dengan masing-masing perguruan tinggi peserta program.
Kegiatan PKKPT meliputi seminar, workshop, studi kasus, self-paced learning, dan berjejaring dengan industri dan perguruan tinggi di Korea Selatan, dengan melibatkan narasumber dan fasilitator dari berbagai instansi terkait.
Lebih lanjut Ia juga menegaskan, pimpinan perguruan tinggi harus mempunyai strategi untuk memenuhinya, dan bagaimana penyelenggaraan mulai dari pendidikan, riset, dan juga pengabdian masyarakatnya.
Hal itu semua, menurutnya, tidak lepas dari goals yang ingin dicapai, yang pertama terkait reputasi akademik karena menjadi kata kunci tersendiri agar perguruan tinggi yang dipimpin semakin dikenal.
Kemudian, lanjutnya, seorang rektor harus menjadi entrepreneur, harus memiliki skill dan kemampuan berinovasi dan men-generate inovasi yang bisa menghasikan revenue.
"Tantangan ke depan semakin dinamis, pemerintah terus mendorong agar PTN semua bertransformasi menadi PTN BH, dan harapannya dengan PTN BH ini semuanya bisa mendapatkan otonomi dan flexibility, bagaimana terus meningkatkan kemampuannya dalam men-generate resource sebagai bentuk revenue yang goalsnya untuk melaksanakan program-program yang hasilnya tentu tergambar dalam reputasi yang akan diperoleh oleh perguruan tinggi,” ungkap Haris.
Haris berharap kepada para peserta dapat mengikuti perjalanan dari penguatan kapasitas ini dengan serius, dan mengharapkan dapat terciptanya jalinan kerja sama antara SNU dengan masing-masing perguruan tinggi peserta program.
Kegiatan PKKPT meliputi seminar, workshop, studi kasus, self-paced learning, dan berjejaring dengan industri dan perguruan tinggi di Korea Selatan, dengan melibatkan narasumber dan fasilitator dari berbagai instansi terkait.
Lihat Juga :