Gathering Ribuan Guru BK se-Indonesia: Gali Potensi Remaja dengan Jadi Pendengar Baik

Selasa, 14 Mei 2024 - 16:58 WIB
“Menjadi ‘pendengar’ yang baik seharusnya kontribusinya dilakukan oleh orang tua di rumah, Guru BK dan guru lainnya di sekolah maupun waktu anak-anak sehari-hari beraktivitas di tengah masyarakat,” kata Nurbaeti dalam keterangannya.

Nurbaeti menilai porsi mendengarkan ini harusnya setara atau seimbang sehingga ketika di rumah, di sekolah maupun di komunitas masyarakat, suara anak-anak terutama tingkat menengah atas ( SMA/ SMK/ MA/MAK) baik negeri maupun swasta dapat direspon dengan baik.

"Saat ini yang terjadi adalah orang tua sibuk bekerja dan mencari nafkah sehingga tidak ada waktu untuk mendengarkan kebutuhan anak-anaknya agar ‘suara’ mereka di dengar baik berita gembira maupun keluhan sakit, di bully teman atau kesedihan lainnya. Sementara saat mereka beraktivitas di tengah masyarakat pilihannya belum tentu lingkungan yang baik," ujarnya.

Baca juga: 15 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara dari Berbagai Tema, Bisa Dijadikan Referensi

"Jika hal ini dibiarkan terus-menerus dan tidak ada kontribusi, kolaborasi dan sinergi antara orang tua, sekolah dan masyarakat maka siapa yang akan menjadi pendengar suara hati mereka? Seharusnya ketiga unsur utama di atas mampu berbagi peran siapa melakukan apa," tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!