Di Tengah Pandemi, Orang Tua Harus Tahu Sindrom Anak Tengah
Rabu, 19 Agustus 2020 - 20:11 WIB
Para orang tua harus lebih bijak dalam mendidik anak, terutama bagi orang tua yang memiliki lebih dari dua anak. Foto/ist
SURABAYA - Di tengah pandemi COVID-19 ini, para orang tua harus lebih bijak dalam mendidik anaknya . Terutama bagi orang tua yang memiliki lebih dari dua anak, masalah psikologis yang dapat menyerang salah satu anak mereka adalah middle child syndrome atau sindrom anak tengah.
Anak tengah yang mengalami sindrom biasanya sensitif terhadap perlakuan orang tua terhadap dia atau saudaranya. Kemudian, anak tengah cenderung memberikan reaksi tipikal seperti memberontak, menarik diri, marah, dan sering melayangkan protes. Anak juga akan berusaha menarik perhatian orang tua. (Baca juga: Mayoritas Sekolah Belum Siap Tatap Muka, Ini Rekomendasi KPAI )
Psikolog Universitas Airlangga (Unair) Rudi Cahyono, M.Psi menuturkan, perhatian orang tua adalah kunci untuk mencegah terjadi middle child syndrome pada anak tengah. Untuk mencegah hal tersebut, orang tua harus segera menyadari bahwa kehadiran anak ketiga mulai menarik perhatian kakak-kakaknya, sedangkan perhatian ibu mulai tercuri.
“Orang tua harus mengembalikan perhatian tersebut hingga sama rata,” kata Rudi, Rabu (19/8/2020).
Dosen Fakultas Psikologi Uniar itu menambahkan, anak tengah harus dibuat merasa orang tua memperhatikan semua anaknya. Anak tengah harus dapat merasa disayang sebagaimana orang tua menyayangi saudara yang lain. Dia juga bisa kena marah sebagaimana saudara yang lain juga dimarahi. (Baca juga: Guru Terpapar, Sekolah Tatap Muka di Surabaya Masih Diragukan )
"Orang tua dapat melakukan kegiatan bersama untuk menetralisir perasaan terabaikan dari anak tengah. Ayah, ibu, kakak, dan adik semua beraktivitas bersama," ucapnya.
Anak tengah yang mengalami sindrom biasanya sensitif terhadap perlakuan orang tua terhadap dia atau saudaranya. Kemudian, anak tengah cenderung memberikan reaksi tipikal seperti memberontak, menarik diri, marah, dan sering melayangkan protes. Anak juga akan berusaha menarik perhatian orang tua. (Baca juga: Mayoritas Sekolah Belum Siap Tatap Muka, Ini Rekomendasi KPAI )
Psikolog Universitas Airlangga (Unair) Rudi Cahyono, M.Psi menuturkan, perhatian orang tua adalah kunci untuk mencegah terjadi middle child syndrome pada anak tengah. Untuk mencegah hal tersebut, orang tua harus segera menyadari bahwa kehadiran anak ketiga mulai menarik perhatian kakak-kakaknya, sedangkan perhatian ibu mulai tercuri.
“Orang tua harus mengembalikan perhatian tersebut hingga sama rata,” kata Rudi, Rabu (19/8/2020).
Dosen Fakultas Psikologi Uniar itu menambahkan, anak tengah harus dibuat merasa orang tua memperhatikan semua anaknya. Anak tengah harus dapat merasa disayang sebagaimana orang tua menyayangi saudara yang lain. Dia juga bisa kena marah sebagaimana saudara yang lain juga dimarahi. (Baca juga: Guru Terpapar, Sekolah Tatap Muka di Surabaya Masih Diragukan )
"Orang tua dapat melakukan kegiatan bersama untuk menetralisir perasaan terabaikan dari anak tengah. Ayah, ibu, kakak, dan adik semua beraktivitas bersama," ucapnya.
Lihat Juga :