Guru Terpapar, Sekolah Tatap Muka di Surabaya Masih Diragukan
Rabu, 19 Agustus 2020 - 10:59 WIB
loading...
Pemerintah sudah mulai membolehkan sekolah tatap muka di zona kuning dengan protokol kesehatan ketat. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
SURABAYA - Beberapa waktu yang lalu seluruh guru negeri tingkat SMP di Kota Pahlawan menjalani rapid test. Hasilnya, beberapa guru reaktif dan melanjutkan ke tes swab yang hasilnya positif COVID-19. Rencana sekolah tatap muka di Kota Pahlawan pun masih diragukan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Supomo menuturkan, pihaknya harus terlebih dahulu memastikan kondisi kesehatan semuanya. Baik itu kondisi kesehatan guru, siswa, maupun warga di sekolah. Karenanya, saat ini pemkot terus melakukan kajian-kajian sebelum memulai sekolah tatap muka. (Baca juga: Lolos Verifikasi, 71 Sekolah Tingkat Atas di Jabar Mulai KBM Tatap Muka )
Bahkan, kajian yang mendalam sebelum rencana memulai sekolah tatap muka sudah dilakukan. Untuk memastikan kesehatan para guru, murid, maupun warga sekolah tidak terpapar COVID-19, pihaknya bakal melakukan test swab kepada mereka.
"Karena itu kita nanti harus pastikan, gurunya sehat, muridnya sehat, petugas kebersihan sehat, petugas keamanan sehat dan protokol COVID-19 di sekolah itu harus ada semuanya," kata Supomo, Selasa (18/8/2020).
Ia melanjutkan, jika semua syarat-syarat tersebut telah terpenuhi, maka proses belajar dan mengajar melalui tatap muka di sekolah itu bisa terlaksana. "Artinya, sekolah ini akan dibuka ketika semuanya yang akan datang di sekolah itu sehat. Sehingga kemudian tidak sampai terjadi penularan," katanya. (Baca juga: Siswa SD dan SMP di Kota Serang Mulai KBM Tatap Muka )
Supomo pun memaparkan kepada masyarakat bahwa sekolah adalah lokus dan benda mati, sehingga tidak menularkan. Nah, yang bisa menularkan adalah manusianya. Karena itu, tempat penularan COVID-19 bisa terjadi di mana saja, tidak hanya di sekolah.
"Di rumah pun bisa jadi tempat penularan. Oleh karena itu, yang harus kita lakukan adalah menjalankan disiplin protokol kesehatan," ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Supomo menuturkan, pihaknya harus terlebih dahulu memastikan kondisi kesehatan semuanya. Baik itu kondisi kesehatan guru, siswa, maupun warga di sekolah. Karenanya, saat ini pemkot terus melakukan kajian-kajian sebelum memulai sekolah tatap muka. (Baca juga: Lolos Verifikasi, 71 Sekolah Tingkat Atas di Jabar Mulai KBM Tatap Muka )
Bahkan, kajian yang mendalam sebelum rencana memulai sekolah tatap muka sudah dilakukan. Untuk memastikan kesehatan para guru, murid, maupun warga sekolah tidak terpapar COVID-19, pihaknya bakal melakukan test swab kepada mereka.
"Karena itu kita nanti harus pastikan, gurunya sehat, muridnya sehat, petugas kebersihan sehat, petugas keamanan sehat dan protokol COVID-19 di sekolah itu harus ada semuanya," kata Supomo, Selasa (18/8/2020).
Ia melanjutkan, jika semua syarat-syarat tersebut telah terpenuhi, maka proses belajar dan mengajar melalui tatap muka di sekolah itu bisa terlaksana. "Artinya, sekolah ini akan dibuka ketika semuanya yang akan datang di sekolah itu sehat. Sehingga kemudian tidak sampai terjadi penularan," katanya. (Baca juga: Siswa SD dan SMP di Kota Serang Mulai KBM Tatap Muka )
Supomo pun memaparkan kepada masyarakat bahwa sekolah adalah lokus dan benda mati, sehingga tidak menularkan. Nah, yang bisa menularkan adalah manusianya. Karena itu, tempat penularan COVID-19 bisa terjadi di mana saja, tidak hanya di sekolah.
"Di rumah pun bisa jadi tempat penularan. Oleh karena itu, yang harus kita lakukan adalah menjalankan disiplin protokol kesehatan," ungkapnya.
Lihat Juga :