Dosen UB Manfaatkan Limbah Pisang dan Enceng Gondok untuk Tingkatkan Produktivitas Padi
Jum'at, 12 Juli 2024 - 14:24 WIB
Baca juga: Fenomena Cuaca Panas Melanda Indonesia dan Negara ASEAN, Begini Penjelasan Guru Besar UB
Pemanfaatan teknologi ini disebut Rita telah diterapkan di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat mendekati musim tanam kedua, dengan melimpahnya limbah pisang yang ada.
"Ini mampu menekan pertumbuhan gulma dan mengurangi laju evaporasi sampai dengan 40 persen, dan jika terkena matahari pita mulsa organik akan terurai menjadi pupuk," ujarnya.
Saat ini, kata dia, proses penerapan pita mulsa dilakukan pada skala laboratorium, dan sudah pada tahap sosialisasi pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka, dan beberapa gapoktan serta kepala dinas di lingkungan Kabupaten Malaka.
Baca juga: Profesor IPB Ciptakan Rumah Ramah Lingkungan Berbasis Kayu, Kuat 30 Tahun dan Tahan Api
"Kenapa kita pilih Kabupaten Malaka sebagai lokasi penerapan teknologi pita mulsa organik, karena berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan pertanian di daerah tersebut masih rendah. Padahal masyarakat Kabupaten Malaka menggantungkan sistem perekonomiannya dari bidang pertanian," jelas dosen FTP Universitas Brawijaya ini.
Pemanfaatan teknologi ini disebut Rita telah diterapkan di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat mendekati musim tanam kedua, dengan melimpahnya limbah pisang yang ada.
"Ini mampu menekan pertumbuhan gulma dan mengurangi laju evaporasi sampai dengan 40 persen, dan jika terkena matahari pita mulsa organik akan terurai menjadi pupuk," ujarnya.
Saat ini, kata dia, proses penerapan pita mulsa dilakukan pada skala laboratorium, dan sudah pada tahap sosialisasi pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka, dan beberapa gapoktan serta kepala dinas di lingkungan Kabupaten Malaka.
Baca juga: Profesor IPB Ciptakan Rumah Ramah Lingkungan Berbasis Kayu, Kuat 30 Tahun dan Tahan Api
"Kenapa kita pilih Kabupaten Malaka sebagai lokasi penerapan teknologi pita mulsa organik, karena berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan pertanian di daerah tersebut masih rendah. Padahal masyarakat Kabupaten Malaka menggantungkan sistem perekonomiannya dari bidang pertanian," jelas dosen FTP Universitas Brawijaya ini.
Lihat Juga :