5 Alumni LPDP yang Meraih Gelar Guru Besar di Usia Muda, Nomor 4 dan 5 Termuda se-Indonesia
Selasa, 23 Juli 2024 - 10:31 WIB
Pria yang menjadi guru besar termuda di prodi Teknik Geologi UGM ini merupakan penerima pendanaan RISPRO Mandatori yang kuliah S1 di Teknik Geologi UGM.
Baca juga: 14 Biaya yang Tidak Ditanggung Beasiswa LPDP 2024, Cek Yuk Sebelum Daftar
Ferian kemudian melanjutkan kuliah pascasarjana S2 di jurusan yang sama di kampus yang sama, UGM. Lalu ia terbang ke Jepang untuk kuliah di Kyushu University belajar Earth Resources Engineering.
Pramaditya merupakan Guru Besar Bidang Ilmu Penginderaan Jauh Biodiversitas Pesisir yang juga merupakan dosen UGM. Ia diantik menjadi profesor di usia 35 tahun sehingga juga dinobatkan menjadi profesor termuda.
Baca juga: Catat! Tips Lolos Seleksi Pendaftaran LPDP 2024 Gelombang 2 yang Dibuka hingga 18 Juli
Penerima Grantee RISPRO Mandatory ini bahkan dari jabatan lektor langsung menjadi guru besar tanpa melewati lektor kepala. Pramaditya sudah menerbitkan 88 artikel ilmiah terindeks Scopus dengan skor H-Index 18.
Adi Purwandana adalah seorang peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menjadi kepakaran gelombang internal dan percampuran turbulen laut.
Ia dilantik menjadi guru besar dalam usia 42 tahun dan telah menerbitkan setidaknya 31 artikel ilmiah terindeks Scopus dengan skor H-Index 6.
Adi lulusan S1 Fisika ITB yang melanjutkan kuliah S2 Ilmu Kelautan di IPB University. Ia kuliah S3 bidang studi Physical Oceanography di Sorbonne University, Prancis dengan beasiswa LPDP.
Baca juga: 14 Biaya yang Tidak Ditanggung Beasiswa LPDP 2024, Cek Yuk Sebelum Daftar
Ferian kemudian melanjutkan kuliah pascasarjana S2 di jurusan yang sama di kampus yang sama, UGM. Lalu ia terbang ke Jepang untuk kuliah di Kyushu University belajar Earth Resources Engineering.
2. Prof. Pramaditya Wicaksono, S.Si., M.Sc., Ph.D.
Pramaditya merupakan Guru Besar Bidang Ilmu Penginderaan Jauh Biodiversitas Pesisir yang juga merupakan dosen UGM. Ia diantik menjadi profesor di usia 35 tahun sehingga juga dinobatkan menjadi profesor termuda.
Baca juga: Catat! Tips Lolos Seleksi Pendaftaran LPDP 2024 Gelombang 2 yang Dibuka hingga 18 Juli
Penerima Grantee RISPRO Mandatory ini bahkan dari jabatan lektor langsung menjadi guru besar tanpa melewati lektor kepala. Pramaditya sudah menerbitkan 88 artikel ilmiah terindeks Scopus dengan skor H-Index 18.
3. Prof. Adi Purwandana, M.Si., Ph.D.
Adi Purwandana adalah seorang peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menjadi kepakaran gelombang internal dan percampuran turbulen laut.
Ia dilantik menjadi guru besar dalam usia 42 tahun dan telah menerbitkan setidaknya 31 artikel ilmiah terindeks Scopus dengan skor H-Index 6.
Adi lulusan S1 Fisika ITB yang melanjutkan kuliah S2 Ilmu Kelautan di IPB University. Ia kuliah S3 bidang studi Physical Oceanography di Sorbonne University, Prancis dengan beasiswa LPDP.
Lihat Juga :