25 Kampus Terbaik di Asia Tenggara Versi Webometrics 2024, UI, UGM, ITB, dan UB Masuk Daftar
Kamis, 25 Juli 2024 - 11:53 WIB
Peringkat dunia: 789
Peringkat dunia: 798
Peringkat dunia: 830
Peringkat dunia: 856
Peringkat dunia: 892
Peringkat dunia: 916
Peringkat dunia: 1006
Pada pemeringkatan Webometrics telah dilakukan beberapa perubahan dalam metodologi penyusunan ranking, disebabkan sejumlah faktor teknis. Dikutip dari situs resmi, berikut ini metodologi yang digunakan dalam pemeringkatan terbaru:
1. Visibilitas: indikator visibilitas adalah dampak dari konten dalam situs resmi suatu perguruan tinggi.
Visibilitas dihitung berdasarkan link eksternal yang terhubung dengan situs resmi perguruan tinggi. Indikator ini diukur menggunakan Ahrefs Majestic dan bobotnya 50%.
2. Transparansi atau Keterbukaan: transparansi maksudnya adalah peneliti-peneliti yang paling banyak sitasi.
Transparansi dihitung dari jumlah sitasi dari 310 ilmuwan teratas, tetapi tidak termasuk 20 outlier. Transparansi diukur menggunakan Google Scholar Profiles dengan bobot 10%.
3. Keunggulan: indikator keunggulan diukur berdasarkan jumlah penelitian di antara top 10% publikasi ilmiah yang dikutip, dari 27 disiplin ilmu.
Keunggulan diperhitungkan dengan Scimago dan bobotnya 40%. Data untuk pemeringkatan terbaru diambil berdasarkan publikasi ilmiah tahun 2018-2022.
20. Singapore Management University
Peringkat dunia: 798
21. Universitas Airlangga
Peringkat dunia: 830
22. University of the Philippines Diliman
Peringkat dunia: 856
23. IPB University
Peringkat dunia: 892
24. Universiti Teknologi MARA, Malaysia
Peringkat dunia: 916
25. Thammasat University
Peringkat dunia: 1006
Metodologi Ranking Webometrics 2024
Pada pemeringkatan Webometrics telah dilakukan beberapa perubahan dalam metodologi penyusunan ranking, disebabkan sejumlah faktor teknis. Dikutip dari situs resmi, berikut ini metodologi yang digunakan dalam pemeringkatan terbaru:
1. Visibilitas: indikator visibilitas adalah dampak dari konten dalam situs resmi suatu perguruan tinggi.
Visibilitas dihitung berdasarkan link eksternal yang terhubung dengan situs resmi perguruan tinggi. Indikator ini diukur menggunakan Ahrefs Majestic dan bobotnya 50%.
2. Transparansi atau Keterbukaan: transparansi maksudnya adalah peneliti-peneliti yang paling banyak sitasi.
Transparansi dihitung dari jumlah sitasi dari 310 ilmuwan teratas, tetapi tidak termasuk 20 outlier. Transparansi diukur menggunakan Google Scholar Profiles dengan bobot 10%.
3. Keunggulan: indikator keunggulan diukur berdasarkan jumlah penelitian di antara top 10% publikasi ilmiah yang dikutip, dari 27 disiplin ilmu.
Keunggulan diperhitungkan dengan Scimago dan bobotnya 40%. Data untuk pemeringkatan terbaru diambil berdasarkan publikasi ilmiah tahun 2018-2022.
(wyn)
Lihat Juga :