Momen Haru di FEB UGM, Orang Tua Mahasiswa Baru Ikut Kuliah Gantikan Putrinya yang Tiada
Jum'at, 16 Agustus 2024 - 10:05 WIB
Marchia selalu menempati posisi juara di kelasnya dan memiliki semangat yang luar biasa dalam menuntut ilmu. Namun, kehilangan ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya.
Imelda Tiurniari Napitupulu, ibu Marchia, juga menceritakan kronologi kepergian sang putri. Meskipun Marchia sempat berfoto di depan Gedung Pertamina Tower dan merasa bangga akan kampusnya, takdir berkata lain.
Saat sedang berlibur di Nepal Van Java Magelang, Marchia tiba-tiba jatuh sakit dan tidak terselamatkan. Kejadian ini menjadi pukulan berat bagi keluarga, terutama karena tidak ada tanda-tanda penyakit yang serius sebelumnya.
Baca juga: Frista Jadi Wisudawan Termuda S2 UGM, Masuk SD Usia 4 Tahun
“Saat itu saya ditelepon istri. Dia mengawali dengan bilang jangan kaget, Marchia meninggal. Sontak perasaan saya berkecamuk saat itu karena posisi jauh di Balige, sementara Marchia di Yogyakarta,” kata Sebastian, dikutip dari laman UGM, Jumat (16/8/2024).
Momen ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengenang Marchia, tetapi juga untuk memberikan pelajaran berharga bagi mahasiswa lain. Sebastian dan Imelda mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan bersyukur atas setiap kesempatan yang diberikan.
Mereka berharap pengalaman ini bisa menjadi renungan bagi mahasiswa lain untuk memanfaatkan waktu dengan baik dan menjaga keseimbangan dalam kehidupan.
Imelda Tiurniari Napitupulu, ibu Marchia, juga menceritakan kronologi kepergian sang putri. Meskipun Marchia sempat berfoto di depan Gedung Pertamina Tower dan merasa bangga akan kampusnya, takdir berkata lain.
Saat sedang berlibur di Nepal Van Java Magelang, Marchia tiba-tiba jatuh sakit dan tidak terselamatkan. Kejadian ini menjadi pukulan berat bagi keluarga, terutama karena tidak ada tanda-tanda penyakit yang serius sebelumnya.
Baca juga: Frista Jadi Wisudawan Termuda S2 UGM, Masuk SD Usia 4 Tahun
“Saat itu saya ditelepon istri. Dia mengawali dengan bilang jangan kaget, Marchia meninggal. Sontak perasaan saya berkecamuk saat itu karena posisi jauh di Balige, sementara Marchia di Yogyakarta,” kata Sebastian, dikutip dari laman UGM, Jumat (16/8/2024).
Momen ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengenang Marchia, tetapi juga untuk memberikan pelajaran berharga bagi mahasiswa lain. Sebastian dan Imelda mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan bersyukur atas setiap kesempatan yang diberikan.
Mereka berharap pengalaman ini bisa menjadi renungan bagi mahasiswa lain untuk memanfaatkan waktu dengan baik dan menjaga keseimbangan dalam kehidupan.
Lihat Juga :