Gandeng PTN, Kemendikbud Dukung Pengembangan SDM Infrastruktur
Rabu, 26 Agustus 2020 - 14:57 WIB
Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Kemendikbud mengapresiasi kerja sama yang dilakukan Kementerian PUPR dengan sejumlah perguruan tinggi dalam penyelenggaraan program Master Super Spesialis bidang infrastruktur.
Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam mengatakan, dalam pembangunan infrastruktur membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi dan spesifikasi tertentu. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki peran vital dalam menyiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur.
Lebih lanjut Nizam menjelaskan bahwa dalam pembentukan sumber daya manusia dengan kompetensi dan spesifikasi khusus yang dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur, terdapat dua aspek yang perlu diperhatikan yaitu aspek spesialis dan aspek generalis. Selain memahami ilmu-ilmu teknis, para insinyur juga dituntut untuk memiliki pemahaman terkait budaya, sosiologi maupun antropologi masyarakat sehingga dapat melakukan pendekatan-pendekatan dengan masyarakat yang menjadi sasaran pembangunan. (Baca juga: Empat Doktor Baru Siap Perkuat Kualitas Akademik FEB UIN Jakarta )
“Dua aspek ini harus dikuasai oleh para insinyur kita. Di satu sisi membutuhkan kemampuan yang lebih luas. Di sisi lain terkait keilmuan, dibutuhkan kecakapan-kecakapan yang spesifik,” katanya pada Pembekalan Karyasiswa Program Master Super Spesialis Tahun 2020 di Auditorium Kementerian PUPR, Rabu (26/8).
Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam mengatakan, dalam pembangunan infrastruktur membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi dan spesifikasi tertentu. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki peran vital dalam menyiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur.
Lebih lanjut Nizam menjelaskan bahwa dalam pembentukan sumber daya manusia dengan kompetensi dan spesifikasi khusus yang dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur, terdapat dua aspek yang perlu diperhatikan yaitu aspek spesialis dan aspek generalis. Selain memahami ilmu-ilmu teknis, para insinyur juga dituntut untuk memiliki pemahaman terkait budaya, sosiologi maupun antropologi masyarakat sehingga dapat melakukan pendekatan-pendekatan dengan masyarakat yang menjadi sasaran pembangunan. (Baca juga: Empat Doktor Baru Siap Perkuat Kualitas Akademik FEB UIN Jakarta )
“Dua aspek ini harus dikuasai oleh para insinyur kita. Di satu sisi membutuhkan kemampuan yang lebih luas. Di sisi lain terkait keilmuan, dibutuhkan kecakapan-kecakapan yang spesifik,” katanya pada Pembekalan Karyasiswa Program Master Super Spesialis Tahun 2020 di Auditorium Kementerian PUPR, Rabu (26/8).
Lihat Juga :