Ketua RW di KBB Berikan Wifi Gratis untuk Siswa Belajar Online
Rabu, 26 Agustus 2020 - 15:57 WIB
Sejumlah siswa sedang belajar online di Kampung Sukamaju, Padalarang, KBB, dengan memanfaatkan wifi gratis yang disediakan ketua RW setempat, Rabu (26/8). Foto/SINDOnews/Adi Haryanto
BANTUNG BARAT - Kendala belajar online yang harus dilakoni para siswa di masa pandemi COVID-19 , menggugah Toni Permana untuk memberikan wifi gratis untuk dimanfaatkan belajar siswa. Ketua RW 6 Kampung Sukamaju, Desa/Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini mengaku iba melihat siswa yang tidak memiliki kuota internet untuk belajar online.
"Motivasinya hanya ingin membantu. Kasihan juga kan banyak pelajar yang terkendala kuota internet padahal mereka harus belajar online," ucapnya kepada wartawan, Rabu (26/8/2020). (Baca juga: Atasi Keluhan PJJ, Jateng Tingkatkan Kapasitas 4.000 Guru SMA-SMK )
Dirinya rela mengeluarkan uang dari kantong pribadi untuk memasang internet. Halaman rumahnya pun dia sulap agar bisa dipakai untuk tempat belajar anak-anak. Kebanyakan yang datang ke tempatnya adalah pelajar SD dan SMP yang berasal dari keluarga kurang mampu. Namun dirinya tidak membatasi bagi siapapun yang akan datang, asalkan mereka memang tidak punya kuota.
Menurutnya, sejak memasang internet sebulan lalu ada belasan pelajar SD dan SMP di kampungnya yang ikut belajar dengan memanfaatkan internet gratis. Bahkan yang tidak memiliki HP juga difasilitasi dengan diberi pinjam HP milik istrinya. Wifi tersebut diaktifkan dari Senin sampai Jumat, yakni ketika jam pembelajaran berlangsung. Dirinya terkadang ikut membimbing, dibantu isterinya, ketua RT, hingga pemuda karang taruna. (Baca juga: Was-was Pandemi, 3 Kabupaten di Jateng Paksakan Sekolah Tatap Muka )
"Motivasinya hanya ingin membantu. Kasihan juga kan banyak pelajar yang terkendala kuota internet padahal mereka harus belajar online," ucapnya kepada wartawan, Rabu (26/8/2020). (Baca juga: Atasi Keluhan PJJ, Jateng Tingkatkan Kapasitas 4.000 Guru SMA-SMK )
Dirinya rela mengeluarkan uang dari kantong pribadi untuk memasang internet. Halaman rumahnya pun dia sulap agar bisa dipakai untuk tempat belajar anak-anak. Kebanyakan yang datang ke tempatnya adalah pelajar SD dan SMP yang berasal dari keluarga kurang mampu. Namun dirinya tidak membatasi bagi siapapun yang akan datang, asalkan mereka memang tidak punya kuota.
Menurutnya, sejak memasang internet sebulan lalu ada belasan pelajar SD dan SMP di kampungnya yang ikut belajar dengan memanfaatkan internet gratis. Bahkan yang tidak memiliki HP juga difasilitasi dengan diberi pinjam HP milik istrinya. Wifi tersebut diaktifkan dari Senin sampai Jumat, yakni ketika jam pembelajaran berlangsung. Dirinya terkadang ikut membimbing, dibantu isterinya, ketua RT, hingga pemuda karang taruna. (Baca juga: Was-was Pandemi, 3 Kabupaten di Jateng Paksakan Sekolah Tatap Muka )
Lihat Juga :