Karya Busana Desainer Muda SMKN 1 Pringapus Semarang Pukau JMFW 2025
Rabu, 16 Oktober 2024 - 14:05 WIB
Baca juga: Meriahkan JMFW 2024, SMK NU Banat Kudus Usung Konsep Sustainable Fashion
“Saya tidak menyangka bisa berada di JMFW 2025, apalagi melihat koleksi kami dikenakan oleh pejabat Kemendikbudristek. Ini sungguh suatu kehormatan,” ujar Keyren, salah satu desainer muda yang turut berpartisipasi, dikutip dari laman Ditjen Pendidikan Vokasi, Rabu (16/10/2024).
Proses seleksi hingga terpilihnya koleksi ini pun tidak mudah. Tim SMKN 1 Pringapus harus melewati serangkaian tahap penilaian ketat hingga akhirnya desain jaring laba-laba mereka diwujudkan menjadi busana siap pakai. Keyren mengungkapkan bahwa mereka terinspirasi dari jaring laba-laba yang terlihat di sudut kantin sekolah. Mereka kemudian menggabungkannya dengan bahan seperti denim, linen, dan teknik water soluble untuk memberikan kesan unik dan modern.
Tidak hanya sukses di panggung JMFW, pengalaman ini juga memberikan pelajaran berharga bagi para siswa. “Kami belajar banyak teknik baru, seperti membuat kain water soluble, tusuk sakiko, teknik makrame, hingga teknik unfinished yang memberi kesan rugged pada busana,” tambah Keyren.
Keberhasilan tim ini tidak lepas dari peran Analia Susanti, guru pembimbing mereka, serta dukungan mitra industri, seperti ZOE ZOE by Sudarna Swarsa, yang membantu penyediaan bahan dan konsultasi desain. “Kolaborasi ini membuka wawasan siswa tentang dunia fesyen profesional serta menyelaraskan ide-ide kreatif mereka dengan tren industri,” jelas Analia.
“Saya tidak menyangka bisa berada di JMFW 2025, apalagi melihat koleksi kami dikenakan oleh pejabat Kemendikbudristek. Ini sungguh suatu kehormatan,” ujar Keyren, salah satu desainer muda yang turut berpartisipasi, dikutip dari laman Ditjen Pendidikan Vokasi, Rabu (16/10/2024).
Proses seleksi hingga terpilihnya koleksi ini pun tidak mudah. Tim SMKN 1 Pringapus harus melewati serangkaian tahap penilaian ketat hingga akhirnya desain jaring laba-laba mereka diwujudkan menjadi busana siap pakai. Keyren mengungkapkan bahwa mereka terinspirasi dari jaring laba-laba yang terlihat di sudut kantin sekolah. Mereka kemudian menggabungkannya dengan bahan seperti denim, linen, dan teknik water soluble untuk memberikan kesan unik dan modern.
Tidak hanya sukses di panggung JMFW, pengalaman ini juga memberikan pelajaran berharga bagi para siswa. “Kami belajar banyak teknik baru, seperti membuat kain water soluble, tusuk sakiko, teknik makrame, hingga teknik unfinished yang memberi kesan rugged pada busana,” tambah Keyren.
Keberhasilan tim ini tidak lepas dari peran Analia Susanti, guru pembimbing mereka, serta dukungan mitra industri, seperti ZOE ZOE by Sudarna Swarsa, yang membantu penyediaan bahan dan konsultasi desain. “Kolaborasi ini membuka wawasan siswa tentang dunia fesyen profesional serta menyelaraskan ide-ide kreatif mereka dengan tren industri,” jelas Analia.
Lihat Juga :