Kowani Harap Pemerintahan Prabowo-Gibran Berpihak pada Perempuan dan Anak
Minggu, 27 Oktober 2024 - 16:44 WIB
Ketua Kowani Dr Giwo Rubianto Wiyogo berharap agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian lebih pada persoalan perempuan dan anak.Foto/Ist
JAKARTA - Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr Giwo Rubianto Wiyogo berharap agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberi perhatian lebih pada persoalan perempuan dan anak.
“Masalah perempuan dan anak adalah isu yang sangat serius dan membutuhkan perhatian yang mendalam, mengabaikan isu ini dapat berdampak jangka panjang pada perkembangan masyarakat secara keseluruhan,” ujar Giwo dalam keterangannya resminya di Jakarta, Minggu (27/10/2024)
Sejumlah permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian serius yakni perlu upaya untuk menekan angka stunting dan Angka Kematian Ibu (AKI) yang masih tinggi, perempuan rentan kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, serta banyaknya pekerja anak.
Selain itu juga perdagangan manusia yang mayoritas korbannya adalah perempuan dan anak perempuan, penyalahgunaan narkoba pada anak, kehamilan di luar nikah, angka putus sekolah yang meningkat, serta kurangnya aksesibilitas terutama pada perempuan pedesaan seperti akses pada pendidikan dan kesehatan.
Baca juga: Perempuan Berperan Penting dalam Program Pembangunan Berkelanjutan
Persoalan lainnya, lanjut Giwo yakni teknologi yang belum merata, angka perkawinan anak masih tinggi, perempuan sebagai kepala keluarga, kurangnya pemberdayaan ekonomi dan akses permodalan bagi perempuan, serta kurangnya representasi perempuan.
“Masalah perempuan dan anak adalah isu yang sangat serius dan membutuhkan perhatian yang mendalam, mengabaikan isu ini dapat berdampak jangka panjang pada perkembangan masyarakat secara keseluruhan,” ujar Giwo dalam keterangannya resminya di Jakarta, Minggu (27/10/2024)
Sejumlah permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian serius yakni perlu upaya untuk menekan angka stunting dan Angka Kematian Ibu (AKI) yang masih tinggi, perempuan rentan kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, serta banyaknya pekerja anak.
Selain itu juga perdagangan manusia yang mayoritas korbannya adalah perempuan dan anak perempuan, penyalahgunaan narkoba pada anak, kehamilan di luar nikah, angka putus sekolah yang meningkat, serta kurangnya aksesibilitas terutama pada perempuan pedesaan seperti akses pada pendidikan dan kesehatan.
Baca juga: Perempuan Berperan Penting dalam Program Pembangunan Berkelanjutan
Persoalan lainnya, lanjut Giwo yakni teknologi yang belum merata, angka perkawinan anak masih tinggi, perempuan sebagai kepala keluarga, kurangnya pemberdayaan ekonomi dan akses permodalan bagi perempuan, serta kurangnya representasi perempuan.
Lihat Juga :