5 Contoh Puisi Sumpah Pemuda Beragam Tema, Cocok untuk Lomba di Sekolah

Senin, 28 Oktober 2024 - 12:52 WIB
Hari Sumpah Pemuda dapat dimeriahkan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan lomba baca puisi. Foto/SINDOnews.
JAKARTA - Hari Sumpah Pemuda dapat dimeriahkan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan digelarnya berbagai lomba membaca puisi indah.

Sumpah Pemuda merupakan ikrar kebangsaan yang dirumuskan melalui sebuah putusan Kongres Pemuda Kedua di Jakarta pada 27-28 Oktober 1928. Kongres pemuda saat itu diketuai oleh Sugondo Djojopuspito (PPPI) dan diselenggarakan di tiga lokasi berbeda.



Baca juga: 33 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2024, Pesan Penuh Harapan dan Semangat

Peringatan Hari Sumpah Pemuda dapat dirayakan dengan berbagai acara dan kegiatan-kegiatan lain. Salah satunya adalah dengan mengadakan lomba seperti baca puisi di sekolah mulai dari SD, SMP, dan SMA.

Terkadang membuat puisi susah-susah gampang. Eits, jangan khawatir bagi kalian yang saat ini sedang kesulitan buat tugas sekolah maupun persiapan lomba puisi, di bawah ini contoh puisi bisa kalian dapatkan dengan beragam tema.

Baca juga: Hari Sumpah Pemuda, MNC Peduli dan Sekolah Regina Pacis Bagikan 1.000 Buku Bacaan



Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini 5 teks puisi Sumpah Pemuda.

5 Contoh Puisi Sumpah Pemuda

1. Contoh Puisi Sumpah Pemuda berjudul Senandung Tuk Mimpi Yang Padam Karya Nur Nindya Kirana



Sering ku bertanya pada langit malam kelam

Tentang waktu-waktu yang hilang terbuang

Tentang garis kehidupan jika segalanya gagal

Tak ada jawabnya

Aku berdarah, merintih, menangis

Aku menjerit, meredam, terlupakan

Aku ini hanya manusia kecil

yang dada membara dibakar mimpi

Bukan juga raga yang masih kokoh bertahan

Hanya pecinta, pengembara, pemimpi

Yang mencoba bertahan dari masa ke masa

Aku boleh dikhianati mimpi, ditertawakan semesta

Dan biar berat sekalipun langkah, takkah ku menyerah

Karena aku lah pemuda, penentu jalan hidupku

Aku lah tuan atas diriku, pahlawan diriku sendiri

2. Contoh Puisi Sumpah Pemuda berjudul Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh Karya Ozy V. Alandika



Entah mengapa sayap-sayap itu mengepak malas. Hidup tak lagi bebas. Sedikit keluar, wabah bersiap siaga menindas.

Beruntai harap yang kemarin didulang sekarang tandus dan kering kerontang. Laksana bulu yang mati, kata-kata bahagiamu luntang-lantung mengambang ke seberang.

Engkau tampak bertambah renta, padahal berkulit mulus. Masih sering posting status. Joget-jogetmu masih membius.

Apakah engkau yang disebut pemuda?

Aduhai malu aku melihat tulang-belulang renta. Mereka masih berjiwa muda. Berlomba bangun pagi menyapa fajar sebelum surya. Menyapa tetangga dengan senyum bahagia.

Di saat susah harusnya kita bersatu dan semena. Tapi engkau malah putus asa. Enggan menimba harap yang tenggelam dalam sumur corona.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!