Kemendikdasmen Terapkan MPLS Ramah 2026, Murid Baru Disambut Tanpa Perpeloncoan
Selasa, 23 Juni 2026 - 15:53 WIB
loading...
Esensi dari MPLS Ramah adalah menyambut masa depan bangsa dengan kasih sayang, bukan dengan ujian ketakutan. Foto/Dok/SINDOnews.
A
A
A
JAKARTA - Tingginya perhatian publik terhadap isu perundungan ( bullying ) dan kesehatan mental anak menjadikan paradigma baru Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini bergeser, yakni dari pertemuan fisik (meeting point) ke ruang penyatuan (melting point).
Hal ini bertujuan untuk melebur perbedaan, menghapus kecemasan, dan memastikan setiap murid baru langsung merasakan rumah kedua yang aman, nyaman, serta inklusif sejak hari pertama.
Baca juga: Apa Itu Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat? Pahami untuk MPLS 2025
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa esensi dari MPLS Ramah adalah menyambut masa depan bangsa dengan kasih sayang, bukan dengan ujian ketakutan.
“MPLS Ramah bukan sekadar perubahan istilah, tetapi perubahan cara pandang dalam menyambut murid baru, dari kegiatan MPLS yang rentan dengan kekerasan, perpelencoan, dan yang kurang bermakna menjadi MPLS yang penuh kasih sayang, memuliakan, dan budaya damai yang didesain melalui pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan bergembira,” katanya, melalui siaran pers, Selasa (23/6/2026).
Hal ini bertujuan untuk melebur perbedaan, menghapus kecemasan, dan memastikan setiap murid baru langsung merasakan rumah kedua yang aman, nyaman, serta inklusif sejak hari pertama.
Baca juga: Apa Itu Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat? Pahami untuk MPLS 2025
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa esensi dari MPLS Ramah adalah menyambut masa depan bangsa dengan kasih sayang, bukan dengan ujian ketakutan.
“MPLS Ramah bukan sekadar perubahan istilah, tetapi perubahan cara pandang dalam menyambut murid baru, dari kegiatan MPLS yang rentan dengan kekerasan, perpelencoan, dan yang kurang bermakna menjadi MPLS yang penuh kasih sayang, memuliakan, dan budaya damai yang didesain melalui pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan bergembira,” katanya, melalui siaran pers, Selasa (23/6/2026).
Lihat Juga :